Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Adopsi Sistem Swiss, Kemenperin Perkuat Praktik Kerja Industri Vokasi

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 20:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Adopsi Sistem Swiss, Kemenperin Perkuat Praktik Kerja Industri Vokasi Doc: istimewa
Ket. Mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali tengah mengikuti kegiatan praktik di kampus yang telah dilengkapi dengan teknologi industri terkini. Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan sistem ganda (dual system) yang diterapkan secara konsisten di seluruh unit pendidikan vokasi di bawah binaan Kementerian Perindustrian

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul dan berdaya saing melalui penguatan pendidikan vokasi industri. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship) yang diadaptasi dari sistem pendidikan vokasi Swiss.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan SDM industri yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus menjaga keberlanjutan rantai pasok nasional.

Pendidikan vokasi merupakan tulang punggung dalam mencetak sumber daya manusia industri yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing global. "Melalui penguatan praktik kerja industri yang terstruktur, lulusan vokasi diharapkan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri,"ujar Agus dalam keterangannya, Selasa (6/1).

Dalam menghadapi tantangan transformasi digital serta perubahan kebutuhan kompetensi di dunia kerja, Kemenperin mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi industri melalui implementasi Praktik Kerja Industri Terstruktur. Program ini mengadopsi sistem ganda (dual system), yakni proses pembelajaran yang dilaksanakan di dua tempat, di satuan pendidikan dan di perusahaan, dengan pendampingan pelatih tempat kerja yang kompeten.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menjelaskan, langkah awal penerapan Structured Internship telah dimulai melalui kegiatan Pre-discussion Structured Internship bekerja sama dengan Swiss Skills for Competitiveness (SS4C).

"Melalui kegiatan tersebut, kami mulai memetakan kesiapan serta praktik yang telah berjalan di berbagai satuan pendidikan vokasi di lingkungan Kementerian Perindustrian,"ujar Doddy.

Penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur di Kemenperin tidak terlepas dari dukungan program SS4C yang didanai oleh Sekretariat Negara Swiss Urusan Ekonomi (SECO). Program ini bekerja sama dengan kementerian terkait dan industri di Indonesia untuk membangun sistem ganda pendidikan dan pelatihan vokasi melalui politeknik dan akademi komunitas terpilih, khususnya pada sektor logam, manufaktur, makanan, serta mebel dan perkayuan

Sebagai bentuk penguatan implementasi, pada tahun 2024 Kemenperin bersama SS4C telah menerbitkan Buku Panduan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship Guideline). Panduan tersebut memuat prosedur lengkap pelaksanaan praktik kerja industri, mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian, sekaligus menjelaskan peran dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat.

Konsep structured internship

Pada kegiatan Strategic Dialogue on Structured Internship yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Wulan Aprilianti Permatasari, yang mewakili Kepala BPSDMI, menyampaikan hasil diskusi saat itu bahwa menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. 

“Sebagian besar politeknik dan SMK di bawah binaan Kemenperin telah mulai menerapkan konsep Structured Internship, antara lain melalui penyusunan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang selaras dengan job profile industri, pembekalan soft skills bagi peserta, serta pengaturan jadwal dan mekanisme monitoring yang sistematis," tuturnya.

Saat ini, Kemenperin menaungi 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Unit-unit pendidikan tersebut mencatat capaian positif dalam penyerapan lulusan. 

Berdasarkan data BPSDMI per September 2025, sebanyak sembilan dari sepuluh lulusan politeknik dan akademi komunitas Kemenperin tahun 2024 telah terserap di dunia kerja. Sementara itu, lebih dari tiga perempat lulusan SMK binaan Kemenperin juga tercatat langsung terserap oleh industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Tips Menjalankan Bisnis Waralaba

29 menit yang lalu | Ones

Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Nasional
Terungkap! Ini Isi Pertemua...
Olahraga
Fajar/Fikri Belum Puas mesk...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.