Musik Bisa Dijadikan Tren dan Daya Pikat Pariwisata Indonesia 2026
📅 Senin, 05 Jan 2026, 17:35 WIB | Oleh: OpikTren pariwisata musik Indonesia juga didorong oleh semakin banyaknya festival dan promotor yang menghadirkan artis internasional. Fenomena ini terbukti menjadi magnet kuat bagi wisatawan, terutama generasi muda yang rela bepergian ke kota tertentu demi menyaksikan musisi favorit mereka tampil secara langsung.

Girl band asal Korea Selatan BLACKPINK tampil pada konsernya yang bertajuk BLACKPINK BORN PINK In Jakarta di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (11/3). Dalam konser hari pertamanya BLACKPINK membawakan sejumlah lagu diantaranya Pink Venom, How You Like That dan Kill This Love. (Antara/Rianti)
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah konser internasional menunjukkan lonjakan kunjungan wisata, mulai dari pemesanan hotel, peningkatan penjualan tiket transportasi, hingga pergerakan wisata kuliner di sekitar lokasi acara. Kehadiran musisi global membuat sebuah kota bertransformasi menjadi pusat keramaian selama beberapa hari, sekaligus memperkenalkan destinasi tersebut kepada penggemar dari berbagai daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tingginya minat wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah berkat musiknya, membuat pariwisata musik menjadi satu sub-sektor baru yang kian berkembang pesat.
Kementerian Pariwisata pun mengatakan, saat ini musik menjadi salah satu daya tarik yang dihadirkan dalam kalender pagelaran Kharisma Event Nusantara (KEN).
Program unggulan dari Kementerian Pariwisata tersebut pun mampu menarik lebih dari 8,4 juta pengunjung atau meningkat sebesar 13,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, gelaran musik dan budaya yang dihadirkan dalam KEN bisa menjadi kekuatan utama dalam mempromosikan pariwisata Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:

Vokalis grup band Coldplay Chris Martin beraksi saat membawakan hits andalannya dalam konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Rabu (15/11). Konser grup band asal Inggris yang masuk dalam rangkaian tur dunia "Music of the Spheres Tour 2023" di Jakarta itu merupakan penampilan perdana mereka di Indonesia sejak band itu didirikan pada 1997 dengan membawakan sekitar 22 lagu hitnya. (Antara/M Risyal Hidayat)
“Pada KEN 2024, kenaikannya di atas 10 persen atau menyumbang 238,2 miliar rupiah produk domestik bruto (PDB). Dari angka ini, tentu kami hadirkan kembali 110 event yang berbasis budaya (termasuk musik) untuk menjadi daya tarik utama pariwisata,” ungkap Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa.
Pegiat pariwisata musik itu pun menilai bahwa kunci utama pengembangan music tourism di Indonesia terletak pada autentisitas. Festival musik di Indonesia tidak cukup hanya menawarkan pertunjukkan semata, melainkan pengalaman menyeluruh mulai dari interaksi dengan masyarakat, kuliner khas, suasana desa budaya, hingga keindahan alam dan situs heritage yang menjadi latar pertunjukkan. Semua elemen tersebut membuat pengalaman wisatawan menjadi lebih membekas di hati wisatawan.
“Inilah yang disebut sebagai experience economy, situasi ketika orang datang bukan hanya melihat konser, tetapi untuk mendapatkan memori, emosi, dan keterlibatan langsung dengan budaya lokal,” kata Penny Hutabarat. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!