Musik Bisa Dijadikan Tren dan Daya Pikat Pariwisata Indonesia 2026
📅 Senin, 05 Jan 2026, 17:35 WIB | Oleh: OpikFestival yang digelar di Candi Prambanan, Yogyakarta ini memadukan konser musik dengan kekuatan heritage Indonesia. Wisatawan yang datang tidak hanya mengejar pertunjukkan musik, tetapi juga keindahan Candi Prambanan. Bahkan, wisatawan yang tinggal di Kawasan Candi pun dapat merasakan betul bagaimana kehidupan masyarakat lokal yang masih kental dengan unsur budayanya.
Acara tahunan yang umumnya berlangsung selama tiga hari di awal bulan Juli ini, kerap menjadi alasan bagi lintas generasi untuk reuni.
“Banyak generasi silver atau rambut putih yang mengadakan reuni dengan mendatangi Prambanan Jazz. Tidak hanya itu, generasi muda juga ikut mendominasi gelaran musik tahunan ini, sehingga kolaborasi lintas generasi kumpul semua disini,” tutur Penny.

Sebaiknya Anda baca juga:
Band Fourtwnty tampil saat Prambanan Jazz 2020 bertajuk "New Hope New Experience" di Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (31/10). Perhelatan musik tahunan yang menampilkan sejumlah band serta musisi nasional itu tahun ini digelar secara virtual guna mencegah penyebaran Covid-19. (Antara/Andreas Fitri Atmoko)
2. Ngayogjazz
Berbeda dengan festival besar di kota, Ngayogjazz justru menjadi model bagaimana music dapat menggerakkan ekonomi desa. Festival ini berpindah desa setiap tahun di Bantul, dan saat sedang dihelat, seluruh elemen masyarakat ikut terlibat. Keunikan tersebutlah yang membuat banyak wisatawan mancanegara hadir, oleh karena mendapatkan authentic local experience yang jarang ditemukan di tempat lain.
Sebaiknya Anda baca juga:

Pegiat Pariwisata Musik Penny Hutabarat saat berbincang mengenai tren pariwisata musik di Indonesia dalam Podcast Antara Close Up. (Antara/Subur Atmamihardja)
Multiplier effect Ekonomi Kreatif
Pariwisata musik tercatat memberi dampak berantai terhadap ekonomi kreatif di berbagai daerah. Setiap penyelenggaraan festival tidak hanya menghidupkan panggung musik, tetapi juga menggairahkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
UMKM lokal mengalami lonjakan penjualan. Kehadiran ribuan penonton membuat produk kuliner, kerajinan, hingga souvenir laris manis kebanjiran rezeki. Banyak pelaku UMKM mencatat omzet harian yang meningkat beberapa kali lipat selama festival berlangsung. Selain itu, turut pula berdampak pada sektor lapangan kerja musiman. Mulai dari petugas teknis panggung, keamanan, kru logistik, hingga pekerja kebersihan yang terbuka kesempatan kerjanya bagi warga daerah.
Dampak lain yang terlihat adalah meningkatnya okupansi hotel dan homestay, terutama pada destinasi–destinasi yang menggelar festival tahunan. Banyak penginapan yang penuh dipesan bahkan berminggu-minggu sebelum acara. Termasuk, sektor transportasi yang juga ikut terdorong. Pergerakan pariwisata dari dan menuju lokal festival memicu peningkatan pengguna jasa perjalanan, mulai dari penerbangan, kereta, sewa mobil, hingga transportasi lokal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!