Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Alih Fungsi Lahan Marak, Pemkot Cirebon Siapkan Perlindungan untuk Puluhan Lahan Tersisa

📅 Senin, 05 Jan 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alih Fungsi Lahan Marak, Pemkot Cirebon Siapkan Perlindungan untuk Puluhan Lahan Tersisa Doc: ANTARA/ Fathnur Rohman.
Ket. Kondisi lahan pertanian di Kota Cirebon, Jawa Barat.

CIREBON – Perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi menjadi kunci bagi ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi nasional. Alih fungsi lahan yang tidak terkendali tidak hanya mengancam produksi pangan domestik, tetapi juga menurunkan kapasitas ekonomi lokal, mempercepat degradasi lingkungan, dan meningkatkan ketergantungan impor.

Oleh karena itu, kebijakan pengendalian alih fungsi lahan harus dipadukan dengan insentif bagi petani, penguatan tata ruang, serta program produktivitas pertanian, agar lahan produktif tetap tersedia untuk generasi sekarang dan mendatang.

Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, menyiapkan langkah perlindungan lahan pertanian yang tersisa sekitar 93 hektare di tengah masifnya alih fungsi lahan di wilayah perkotaan tersebut.

“Luas lahan pertanian, kini sudah berada di bawah 100 hektare,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon Elmi Masruroh saat dikonfirmasi di Cirebon, Senin (5/1).

Ia menyebutkan lahan pertanian aktif di Kota Cirebon, saat ini menyusut sekitar lima hingga enam hektare dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai langkah pengendalian, Pemkot Cirebon mendorong penetapan Lahan Baku Sawah (LBS) menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) serta Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Pihaknya menargetkan minimal 80 persen dari lahan baku sawah yang ada, dapat ditetapkan sebagai LP2B agar terlindungi dari alih fungsi lahan di masa mendatang.

Menurut dia, penyusutan tersebut bahkan membuat dua kecamatan, yakni Kejaksan dan Pekalipan, dipastikan tidak lagi memiliki sawah konvensional.

“Di Kejaksan dan Pekalipan sudah tidak ada sawah. Yang tersisa hanya kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) atau pertanian perkotaan,” katanya.

Elmi menyampaikan aktivitas pertanian konvensional kini hanya masih ditemukan di Kecamatan Harjamukti, Kesambi, dan Lemahwungkuk.

Dari ketiga kecamatan tersebut, kata dia, Harjamukti tercatat sebagai wilayah dengan luasan lahan pertanian paling besar di Kota Cirebon.

Ia menjelaskan alih fungsi lahan menjadi faktor utama penyusutan lahan pertanian, seiring tingginya nilai tanah di wilayah perkotaan.

Selain itu, ia mengemukakan kepemilikan lahan pertanian di Kota Cirebon sebagian besar bukan berada di tangan petani penggarap, melainkan investor atau pengusaha.

Kondisi tersebut, lanjut Elmi, membuat lahan pertanian lebih rentan dialihfungsikan ketika ada tawaran pembangunan perumahan atau sektor lain yang dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Cuaca Jakarta Cerah, namun juga Bisa Turun Hujan Ringan

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Cuaca Jakarta Cerah, namun ...
Megapolitan
Angkutan Umum Makin Nyaman,...

Ayooo Buat Film di Jakarta, Ada Insentif 50 Persen

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Ayooo Buat Film di Jakarta,...

War Proyek Padat Karya, 100.000 Warga Berlomba Mendaftar  

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
War Proyek Padat Karya, 100...

Pramono Ingatkan Warga Jangan Lelah Memilah Sampah  

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pramono Ingatkan Warga Jang...

Jalan Rasuna Said Kini Lebih Asri dan Enak Dipandang

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jalan Rasuna Said Kini Lebi...
  • Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
    Preview komentar:
  • 5 Pengelola Wisata Pantai di Tulungagung Stop Tarik Retribusi, Ada Apa Ya?
    Preview komentar:
  • Iran Kembali akan Tutup Selat Hormuz sebagai Protes Serangan Israel di Lebanon
    Preview komentar:
    Cara Menghubungi Call Center KrediOne: Hubungi call center ...
    Cara Menghubungi Call Center KrediOne: Hubungi call center ...
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.