Gus Yahya Pimpin dan Kawal Napak Tilas Sejarah Restu Pendirian NU
📅 Minggu, 04 Jan 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengawal langsung rangkaian kegiatan Napak Tilas Jejak Restu Pendirian NU yang menempuh rute Bangkalan–Jombang, Jawa Timur.
Sejak Minggu (4/1) dini hari, ia berada di kompleks Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil Bangkalan. Ia mengawali kegiatan dengan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Syaichona Cholil dilanjutkan dengan pembacaan tahlil di maqbarah Syaichona Moh Cholil.
“Napak tilas ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menghadirkan kembali kesadaran bahwa NU berdiri di atas restu para guru dan ulama dengan landasan spiritual yang sangat kuat,” ujarnya melalui keterangan di Jakarta, Minggu (4/1).
Setelah tahlil, ia secara resmi melepas keberangkatan KHR Ach Azaim Ibrahimy bersama ribuan peserta longmarch. Pelepasan tersebut menandai dimulai perjalanan napak tilas rute bersejarah saat Kiai As’ad Syamsul Arifin mengantarkan isyarat restu dari Syaichona Moh Cholil kepada KH Hasyim Asy’ari.
Menurut dia, perjalanan ini mengandung pesan penting bagi kepemimpinan NU hari ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Yang sedang kita jaga bukan hanya organisasi secara struktural, tetapi amanah rohani yang diwariskan para pendiri NU,” ujarnya.
Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung di Tebuireng, Jombang, dengan prosesi penyerahan simbol-simbol sejarah berupa tongkat dan tasbih.
KHR Ach Azaim Ibrahimy selaku dzurriyah Kiai As’ad menyerahkan pusaka tersebut kepada perwakilan dzurriyah KH Hasyim Asy’ari untuk kemudian diteruskan kepada Rais Aam PBNU dan selanjutnya kepada Ketua Umum PBNU.
Sebaiknya Anda baca juga:
Panitia penyelenggara menegaskan estafet simbolik tersebut menjadi penanda kesinambungan spiritual kepemimpinan NU.
Melalui kegiatan ini, PBNU berharap, kader NU semakin memahami bahwa Nahdlatul Ulama lahir bukan semata dari kesepakatan formal, melainkan restu para guru, isyarat spiritual, dan ketulusan ulama dalam membangun jam’iyah yang berkhidmat untuk umat dan bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!