UB Perkuat Layanan Medis dan Psikososial di Kabupaten Agam, Sumbar
📅 Kamis, 01 Jan 2026, 17:19 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
AGAM - Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Relawan Peduli Sumatera Tahap 2 yang difokuskan pada penanganan dampak banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), sebagai respon cepat UB terhadap bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.
Pemberangkatam relawan tahap dua tersebut dilaksanakan pada (15/12-26/12) dan dipimpin olehAriani, MKes, SpA(K), Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran (FK) UB.
Tahap ini menjadi kelanjutan dari pelayanan tahap sebelumnya dengan fokus penguatan layanan kesehatan dan pemulihan psikososial masyarakat yang terdampak langsung bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam.
“Program ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 yang didanai oleh Kemendikti Saintek dan menjadi respon multidisipliner Universitas Brawijaya untuk tanggap darurat bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat,” ujar Ariani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan program ini bertujuan membantu mengatasi permasalahan medis dan psikososial masyarakat terdampak melalui penguatan layanan kesehatan serta pemulihan kondisi psikososial warga di daerah bencana.
Selama pelaksanaan Tahap 2, tim Relawan Peduli Sumatera UB melaksanakan layanan medis dan psikososial di berbagai titik, antara lain di Puskesmas Malalak, Puskesmas Palembayan, Puskesmas Koto Alam, dan Puskesmas Lubuk Basung, serta sejumlah posko kesehatan dan rumah singgah di Kecamatan Matur, Malalak, Palembayan, Labuan Basuang, Lubuk Basung, Maninjau, dan Koto Alam.
Tim juga menjangkau wilayah jorong terdampak seperti Jorong Limo Badak, Bantiang Selatan, Salempaung, Balai Satu, Hulu Banda, dan Jorong Tam-Taman, termasuk lokasi pengungsian di sekolah dan rumah warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan spesialistik, pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, kebidanan, kesehatan gigi dan bedah mulut, pelayanan IGD, rawat luka, home visit, serta pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan bayi.
Tim juga menemukan sejumlah kasus suspek campak pada anak, penyakit kronis yang tidak terkontrol, infeksi saluran pernapasan akut, serta kasus gizi kurang hingga gizi buruk pada anak yang memerlukan tindak lanjut lanjutan.
Selain pelayanan medis, tim UB juga memberikan layanan psikososial dan trauma healing, terutama bagi anak-anak dan warga dewasa yang mengalami kecemasan, gangguan tidur, dan trauma pascabencana.
Kegiatan ini dilakukan melalui skrining kesehatan mental, bermain dan mendongeng untuk anak-anak, pendampingan psikologis, serta pemberian terapi dan obat-obatan sesuai kebutuhan.
Edukasi kesehatan, kebersihan, dan pencegahan penyakit pascabencana turut diberikan kepada masyarakat terdampak.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Universitas Brawijaya melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM UB) mengupayakan pendanaan program, penyediaan obat-obatan esensial, serta pengadaan alat kesehatan penting seperti enam unit kursi roda, nebulizer, suction, tenda lipat, dan bahan habis pakai medis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!