Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Kolaborasikan Teknologi dan Konservasi Panda

📅 Selasa, 30 Des 2025, 15:54 WIB | Oleh:
Tiongkok Kolaborasikan Teknologi dan Konservasi Panda Doc: AFP

CHENGDU - Sebuah pusat riset panda raksasa baru yang ditujukan untuk meningkatkan pembiakan, penelitian, dan komunikasi internasional pada Senin (29/12) menjalani uji coba pembukaan untuk umum di Provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya.

Menempati area seluas sekitar 120 hektare, basis panda Mianyang merupakan lokasi kelima dari Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa Tiongkok (China Conservation and Research Center for the Giant Panda).

Basis tersebut menerima hampir 6.300 wisatawan pada hari pertama pembukaan untuk umum, menurut basis tersebut.

Seiring dengan upaya berkelanjutan Tiongkok dalam melestarikan keanekaragaman hayati, basis itu mulai beroperasi pada awal November dan kini menampung 20 ekor panda raksasa, mulai dari individu pradewasa (subadult) hingga yang berusia lanjut.

Ke-20 ekor panda tersebut telah berhasil beradaptasi dan berada dalam kondisi yang baik, kata basis itu.

Dengan lanskap yang kaya lembah dan dikelilingi oleh pegunungan, basis itu meniru habitat liar dan membangun fasilitas artifisial bagi panda raksasa.

Total 54 kandang memiliki berbagai fungsi, termasuk pembiakan, perawatan anak panda, area pamer panda dewasa ke publik, dan pengendalian penyakit.

Basis itu juga dilengkapi teknologi pintar, dengan kandang yang memanfaatkan sistem peringatan keselamatan cerdas, pengendalian suhu dan kelembapan, serta sistem disinfeksi cahaya untuk meningkatkan imunitas.

Dikenal sebagai rumah bagi panda raksasa, Sichuan memiliki habitat panda terbesar di dunia sekaligus tempat tinggal bagi lebih dari 70 persen populasi panda raksasa liar di Tiongkok, dengan jumlah panda di Mianyang menduduki peringkat tertinggi di antara kota setingkat prefektur di negara tersebut.

Konservasi panda raksasa merupakan mikrokosmos dari upaya Tiongkok untuk memajukan peradaban ekologis.

Berkat upaya konservasi yang berkelanjutan, Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature) menurunkan status panda raksasa dari terancam punah menjadi rentan pada 2016.

Saat ini, hampir 1.900 ekor panda raksasa hidup di alam liar di Tiongkok. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.