Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Russia Tuduh Ukraina Serang Kediaman Putin, Trump Ikut Murka Meski Perdamaian Hampir Tercapai

📅 Selasa, 30 Des 2025, 20:35 WIB | Oleh:
Russia Tuduh Ukraina Serang Kediaman Putin, Trump Ikut Murka Meski Perdamaian Hampir Tercapai Doc: Reuters
Ket. Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat tentang "operasi militer khusus" di tengah konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung di Moskow, Rusia, 29 Desember 2025.

JAKARTA - Russia menuduh Ukraina berupaya menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin menggunakan pesawat tak berawak, klaim yang langsung dibantah Kyiv dan memicu ketegangan baru dalam proses perundingan damai yang rapuh. Tuduhan tersebut muncul di tengah sinyal bahwa pembicaraan perdamaian antara kedua negara sebenarnya mulai mendekati titik temu.

Pemerintah Ukraina menyebut tudingan itu tidak berdasar dan menilai Russia sengaja menciptakan eskalasi untuk menggagalkan diplomasi yang sedang berjalan. Kyiv menegaskan tidak pernah merencanakan serangan terhadap kediaman pribadi kepala negara Russia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa Putin menyampaikan langsung dugaan serangan tersebut melalui sambungan telepon pada Senin pagi. Trump mengaku marah dan menilai serangan terhadap rumah pribadi seorang presiden sebagai tindakan yang melampaui batas.

"Menyerang rumahnya itu hal lain, dan ini bukan waktu yang tepat," kata Trump kepada wartawan. 

Sehari sebelumnya, Trump bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Florida dan menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai sudah semakin dekat. Meski demikian, ia mengakui masih ada persoalan teritorial yang kompleks dan belum terselesaikan.

Di sisi lain, Putin justru memerintahkan militer Russia untuk melanjutkan operasi guna menguasai penuh wilayah Zaporizhzhia. Kremlin juga kembali menuntut Ukraina menarik pasukan dari wilayah Donbas yang masih dikuasai Kyiv.

Dalam penjelasan resmi, Menteri Luar Negeri Russia Sergei Lavrov menuding Ukraina meluncurkan 91 drone jarak jauh ke wilayah Novgorod pada 28-29 Desember. Seluruh drone tersebut diklaim berhasil dihancurkan sistem pertahanan udara Russia tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.

"Tindakan gegabah seperti ini merupakan terorisme negara dan tidak akan dibiarkan," ujar Lavrov. 

Zelenskiy menepis keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai rekayasa politik untuk merusak hubungan Ukraina dengan Amerika Serikat. Ia justru menuduh Russia tengah menyiapkan serangan terhadap gedung pemerintahan di Kyiv.

"Jika tidak ada konflik antara kami dan Amerika, itu kegagalan bagi Russia karena mereka tidak ingin perang ini berakhir," kata Zelenskiy. Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan melalui sambungan WhatsApp.

Meski gencatan senjata belum tercapai, Trump tetap menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan damai masih mungkin diwujudkan. Namun, perkembangan terbaru ini kembali menunjukkan betapa rapuhnya proses menuju akhir konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival

Makin Menjadi, Kebakaran Bromo Merambat ke 'Negeri di Atas Awan' B29

16 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Makin Menjadi, Kebakaran Br...
Nasional
KOWANI Gaungkan Gerakan Tem...
Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.