Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Libur Akhir Tahun, Orang Tua Diminta Waspada Lonjakan Kasus Campak pada Anak

📅 Selasa, 30 Des 2025, 17:38 WIB | Oleh:

Ia menuturkan, untuk bayi yang belum mencapai usia 9 bulan, pencegahan campak dapat dilakukan dengan memastikan lingkungan sekitar aman bagi si kecil. Bagi orang tua, khususnya yang berinteraksi dengan banyak orang di luar rumah, hal berikut wajib diterapkan untuk melindungi si kecil yang belum divaksin.

“Menggunakan masker saat bepergian atau berinteraksi dengan orang sakit, rajin mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum menyentuh bayi. sebisa mungkin menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit atau bergejala, dan jaga daya tahan tubuh tetap prima, terutama saat musim pancaroba,” ujar dr. Caessar.

Waspada Komplikasi Campak

Virus campak memiliki kemampuan unik untuk melemahkan sistem imun secara signifikan, membuka pintu bagi berbagai komplikasi serius jika tidak segera ditangani. Sering kali kondisi anak memburuk bukan karena kondisi lanjutan akibat campak.

Pneumonia (radang paru)

Infeksi pada paru dapat membuat napas bayi dan anak menjadi cepat hingga kesulitan bernapas. Kondisi ini sering kali menjadi penyebab utama kematian akibat campak.

Ensefalitis (radang otak)

Peradangan otak dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Anak menjadi sangat lemas, mengantuk, respons berkurang, atau bahkan kejang. Campak juga dapat menyebabkan acute disseminated encephalomyelitis (ADEM), yakni peradangan pada otak dan saraf tulang belakang yang muncul beberapa minggu setelah campak sembuh, menyebabkan si kecil kehilangan keseimbangan atau kelumpuhan secara tiba-tiba.

Diare berat dan dehidrasi

Virus campak dapat merusak lapisan usus, hingga menyebabkan diare parah. Pada bayi, kehilangan cairan ini dapat dengan cepat berujung pada dehidrasi berat, syok, hingga kematian.

Infeksi sekunder dan sepsis

Karena virus melemahkan imunitas, si kecil menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri sekunder, seperti infeksi telinga dalam (otitis media) dan infeksi darah akibat sepsis. Komplikasi ini paling berbahaya, di mana infeksi menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah, sering kali menjadi alasan kondisi anak memburuk secara drastis.

Melihat komplikasinya yang berat dan sangat berisiko bagi anak, pencegahan dengan melengkapi vaksin menjadi prioritas utama. Hal ini diharapkan juga dapat membentuk kekebalan kelompok, sehingga bayi berusia di bawah 9 bulan ikut terlindungi. Mari bersama-sama pastikan cakupan vaksin tetap tinggi untuk menghentikan laju penyebaran virus campak dan melindungi generasi penerus bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Peringatkan Dampak Luas...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.