Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Agam Catat Kerugian akibat Bencana Capai Rp4,20 Triliun, 163 Meninggal, dan 38 Orang Hilang

📅 Senin, 29 Des 2025, 13:53 WIB | Oleh:
Pemkab Agam Catat Kerugian akibat Bencana Capai Rp4,20 Triliun, 163 Meninggal, dan 38 Orang Hilang Doc: antara foto
Ket. Masyarakat di Kabupaten Agam melewati jembatan darurat pasca banjir bandang di daerah tersebut.

LUBUK BASUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kerugian dampak bencana alam hidrometeorologi di daerah itu mencapai Rp4,20 triliun.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam Roza Syafdefianti di Lubuk Basung, Senin (29/12), mengatakan kerugian itu diperoleh dari dampak banjir bandang, banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

"Kerugian itu dari sektor perumahan, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor," kata dia.

Menurutnya kerugian itu diperoleh berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh organisasi perangkat daerah terkait.

Ia mengatakan sektor perumahan dengan kerugian Rp1,59 triliun terdiri atas perumahan Rp741,92 miliar dan prasarana lingkungan Rp855,60 miliar.

Untuk sektor infrastruktur dengan kerugian Rp2,23 triliun yang terdiri dari transportasi Rp1,63 triliun, sumber daya air Rp368,46 miliar, air dan sanitasi Rp234,24 miliar.

Sedangkan sektor ekonomi dengan kerugian Rp341,80 miliar yang terdiri dari pertanian Rp189,51 miliar, perikanan Rp74,89 miliar, peternakan Rp31,69 miliar, perkebunan Rp23,30 miliar, perdagangan Rp20,60 miliar dan pariwisata Rp1,78 miliar.

Sementara sektor sosial dengan kerugian Rp20,76 miliar yang terdiri dari kesehatan Rp600 juta dan pendidikan Rp20,1 miliar.

Selain itu lintas sektor dengan kerugian Rp6,49 miliar yang terdiri dari pemerintah Rp3,99 miliar dan lingkungan hidup Rp2,5 miliar.

"Kerugian ini berasal dari nilai kerusakan Rp2,36 triliun dan kerugian Rp2,71 miliar," katanya.

Ia menambahkan bencana melanda daerah itu pada akhir November 2025 mengakibatkan 163 korban meninggal dunia, korban hilang 38 orang, masih dirawat dua orang.

Untuk pencarian korban hilang resmi dihentikan berdasarkan surat dan persetujuan dari para ahli waris, Senin (22/12).

Tanggap darurat diperpanjang dari 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 untuk mematangkan persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...
Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.