Kilau Emas Sudan Tak Redup Diguncang Konflik
📅 Senin, 29 Des 2025, 21:54 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
SUDAN - Sudanese Mineral Resources Company, sebuah perusahaan yang terafiliasi dengan kementerian di Sudan, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sektor pertambangan menghasilkan sekitar 1,8 miliar dolar AS dalam pendapatan publik tahun ini.
Menteri Sumber Daya Mineral Sudan Nour Al-Daem Taha menyerukan peningkatan upaya pada 2026 dan mengarahkan agar proyek-proyek nasional baru dimasukkan ke dalam rencana pengembangan sektor pertambangan.
Sudan sangat bergantung pada ekspor emas untuk memperoleh devisa. Produksi emasnya mencapai puncak antara 2017 dan 2022.
Pada 2022, emas menjadi ekspor nonminyak terbesar negara tersebut, menyumbang 46,3 persen dari total ekspor nonminyak, dengan nilai 2,02 miliar dolar AS dari total ekspor 4,357 miliar dolar AS, demikian menurut data Bank Sentral Sudan (Central Bank of Sudan).
Namun, produksi emas menurun menjadi hanya 2 ton setelah lima bulan berlangsungnya perang pada 2023, kemudian melonjak menjadi 64 ton pada 2024.
Sudan telah dilanda konflik mematikan sejak pertengahan April 2023 ketika pertempuran pecah antara Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF), menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan orang mengungsi baik di dalam maupun ke luar negeri. Ant/Xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!