Pemkab Blora Gandeng Petani, Melon Hidroponik Diikutkan di Menu Program MBG
📅 Minggu, 28 Des 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis"Melalui sistem hidroponik, kualitas buah lebih terjaga, penggunaan air lebih efisien, serta tanaman lebih terlindungi dari cuaca ekstrem maupun serangan hama," ujarnya.
Selain itu, pengaturan nutrisi, kelembaban dan pencahayaan dapat dilakukan secara presisi sehingga produktivitas tanaman lebih maksimal.
Dzaki menambahkan budidaya melon hidroponik tersebut telah berjalan selama satu tahun dengan modal awal berkisar Rp50–60 juta.
Panen kali ini merupakan panen ketiga yang berhasil dilakukan. Hasil panen pun telah dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Rembang, Grobogan, Pati, Semarang, Brebes, dan Pekalongan, serta ke sejumlah wilayah di Jawa Timur, antara lain Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Surabaya dan Malang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Dzaki, keberhasilan ini membuktikan bahwa pertanian berbasis teknologi dapat diterapkan secara efektif di wilayah pedesaan dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian modern bisa dimulai dari lahan pekarangan. Harapannya, ini bisa menjadi inspirasi bagi petani lain, khususnya generasi muda, untuk terjun ke sektor pertanian berbasis teknologi," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
31 Dec 2025, 10:09 WIB.
Harganya apa masuk kalo sppg ambil? Jadi potongan seberapa kalo melon premium jadi menu MBG?
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!