Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Legislator Jambi Berharap Kayu Manis dan Pinang Jadi Komoditas Strategis

📅 Minggu, 28 Des 2025, 09:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Legislator Jambi Berharap Kayu Manis dan Pinang Jadi Komoditas Strategis Doc: ANTARA
Ket. Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto (kiri) dan Bupati Kerinci, Monadi (kanan) dorong kayu manis dan pinang jadi komoditas strategis nasional, Sabtu (27/12/2025).

KOTA JAMBI – Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, mendorong agar kayu manis (Cassiavera) dan pinang asal Provinsi Jambi ditetapkan sebagai komoditas strategis nasional mengingat perannya yang besar bagi perekonomian masyarakat.

"Sampai hari ini baru 10 yang masuk komoditas strategis nasional, seperti kopi, cengkeh ada sagu, sawit, karet dan lain sebagainya. Untuk kayu manis dan pinang sebagai salah satu komoditas andalan di Jambi belum masuk," kata anggota Komisi V DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto, di Jambi, Sabtu (27/12). 

Edi mengatakan telah menyampaikan usulan tersebut dalam forum badan legislasi (Baleg) DPR RI melalui panitia kerja (Panja) komoditas strategis. Saat ini, panja tengah membahas peluang komoditas tersebut menjadi komoditas strategis.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai kayu manis dan pinang layak menjadi komoditas strategis nasional, mengingat hasil perkebunan itu merupakan salah satu produk andalan Jambi terutama di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk produk kayu manis dan Wilayah Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi yakni pinang.

Jika usulan itu terwujud, menurut dia, negara bisa melakukan intervensi dalam banyak hal, baik melalui pola stabilitas harga pasar, hak cipta. Sehingga pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus seperti penganggaran melalui dana pemerintah daerah.

"Menurut saya sudah waktunya kayu manis menjadi bagian dari komoditas strategis, apabila hal itu terwujud, negara bisa melakukan intervensi di dalam banyak hal, baik intervensi harga, pasar, hak cipta ini akan menjadi perhatian khusus, termasuk mungkin APBD kabupaten atau provinsi bisa dianggarkan jika itu komoditas strategis," katanya.

Bupati Kerinci Monadi mengatakan dirinya berharap kayu manis asal daerahnya dapat segera ditetapkan sebagai komoditas strategis nasional, mengingat kayu manis Kerinci saat ini sudah mendunia dan menjadi komoditi utama yang belum memiliki aturan dari pemerintah.

"Petani selalu terombang ambing tidak ada kepastian harga, butuh waktu menanam kayu manis lima sampai 20 tahun, waktu di jual harganya turun. Kita berharap bagaimana kayu manis bisa menjadi komoditas strategis nasional, itu yang kita harapkan," kata Monadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.