Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Mau Simpan atau Jual Minyak Sitaan Venezuela, Tekanan ke Maduro Makin Ganas

📅 Selasa, 23 Des 2025, 19:45 WIB | Oleh:
Trump Mau Simpan atau Jual Minyak Sitaan Venezuela, Tekanan ke Maduro Makin Ganas Doc: BBC
Ket. Presiden Amerika Serikat Donald Trump

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu eskalasi ketegangan geopolitik dengan menyatakan bahwa AS akan menyimpan atau menjual minyak mentah yang terdapat di kapal tanker Venezuela yang telah disita di lepas pantai negara tersebut. Tidak hanya minyaknya, Trump juga menegaskan kapal-kapal tanker itu akan menjadi aset AS, seiring meningkatnya tekanan Washington terhadap pemerintahan Nicolás Maduro.

Pernyataan ini disampaikan Trump kepada wartawan di Florida pada Senin waktu setempat, di tengah operasi militer AS yang semakin agresif di kawasan Karibia dan Pasifik. Langkah tersebut menegaskan bahwa isu Venezuela masih menjadi salah satu fokus utama kebijakan luar negeri Trump sejak kembali menjabat pada Januari lalu.

"Kita akan menyimpannya," ujar Trump saat ditanya mengenai minyak mentah hasil sitaan tersebut. "Mungkin kita akan menjualnya, mungkin kita akan menyimpannya, mungkin kita akan menggunakannya dalam Cadangan Strategis, dan kita juga akan menyimpan kapal-kapalnya," lanjutnya dalam pernyataan terbuka kepada media.

Pemerintahan Trump menuduh pemerintah Venezuela menggunakan pendapatan dari ekspor minyak untuk membiayai aktivitas kejahatan terkait perdagangan narkoba internasional. Sebaliknya, Caracas mengecam keras tindakan penyitaan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk pembajakan terang-terangan oleh Amerika Serikat.

Sepanjang bulan ini, militer AS telah menyita sedikitnya dua kapal tanker minyak Venezuela, termasuk satu kapal yang diamankan pada Sabtu lalu. Operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi Washington untuk memutus jalur ekonomi utama Venezuela yang sangat bergantung pada ekspor minyak.

Selain dua kapal yang telah disita, Penjaga Pantai AS saat ini juga tengah memburu kapal tanker ketiga yang disebut sebagai bagian dari armada gelap Venezuela. Armada ini, menurut otoritas AS, digunakan untuk menghindari sanksi ekonomi yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun.

"Prosesnya berjalan lancar dan kita akan segera mendapatkannya," kata Trump, merujuk pada upaya pengejaran kapal tanker ketiga tersebut. Pernyataan ini menandakan bahwa operasi penyitaan belum akan berhenti dalam waktu dekat.

Di hari yang sama, militer AS juga mengumumkan telah melakukan serangan terhadap sebuah kapal di perairan internasional Pasifik timur yang diduga terlibat penyelundupan. Komando Selatan AS menyebut satu orang tewas dalam operasi tersebut, meski detail identitas korban tidak diungkap ke publik.

Ketika ditanya apakah tujuan utama penyitaan kapal dan minyak tersebut adalah untuk memaksa Presiden Venezuela Nicolás Maduro lengser dari jabatannya, Trump tidak menampik kemungkinan itu. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bisa menjadi tekanan politik langsung terhadap Maduro.

"Saya pikir mungkin memang begitu," ujar Trump. "Itu terserah dia apa yang ingin dia lakukan, dan saya pikir akan bijaksana baginya untuk melakukan itu, tapi kita akan mengetahuinya nanti," lanjutnya.

Seiring langkah tersebut, Amerika Serikat diketahui telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Laut Karibia dan Samudra Pasifik. Dalam beberapa bulan terakhir, AS juga melakukan serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela, dengan total korban tewas dilaporkan mencapai sekitar 100 orang.

Namun, hingga kini otoritas AS belum mempublikasikan bukti konkret bahwa kapal-kapal yang diserang benar-benar membawa narkoba. Situasi ini membuat militer AS berada di bawah pengawasan ketat Kongres, terutama terkait legalitas dan transparansi operasi bersenjata di perairan internasional.

Trump juga menegaskan bahwa tekanan terhadap Venezuela tidak hanya akan dilakukan lewat jalur laut. Ia menyatakan AS siap memperluas operasi ke wilayah darat untuk mencegah masuknya narkoba ke negaranya.

"Kami akan memulai program yang sama di darat," kata Trump. "Jika mereka ingin datang melalui darat, mereka akan menghadapi masalah besar dan akan hancur berkeping-keping, karena kami tidak ingin rakyat kami diracuni," ujarnya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.