Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Toyota Harap Penjualan Mobil Nasional 2025 Tembus 800 Ribu Unit, Harus Lebih Tinggi daripada Malaysia Agar Investasi Tak Lari

2 Selasa, 23 Des 2025, 13:48 WIB | Oleh:
Toyota Harap Penjualan Mobil Nasional 2025 Tembus 800 Ribu Unit, Harus Lebih Tinggi daripada Malaysia Agar Investasi Tak Lari Toyota Harap Penjualan Mobil Nasional 2025 Tembus 800 Ribu Unit, Harus Lebih Tinggi daripada Malaysia Agar Investasi Tak Lari Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi penjualan mobil

JAKARTA - Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam berharap penjualan mobil nasional hingga akhir tahun ini dapat mencapai angka 800 ribu unit.

“Ya mungkin diusahakan close di 800 (ribu) ya. Kalau close 800 (ribu), mahkotanya (penjualan mobil terbanyak di Asia Tenggara) bisa diambil Malaysia,” kata Bob dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (23/12).

Lebih jauh, ia mengatakan, jika penjualan mobil baru lebih rendah dari Negeri Jiran, akan ada dampak tertentu bagi ekosistem otomotif di Indonesia, khususnya dalam hal investasi.

“Kalau diambil Malaysia ya investasi nanti yang kita khawatirkan akan masuk ke sana,” ujarnya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil selama Januari-Oktober 2025 secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) hanya sebanyak 634.844 unit. Angka itu turun 10,6 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 711.064 unit.

Sedangkan secara retail sales (penjualan dari dealer ke konsumen) tercatat sebanyak 660.659 unit pada Januari-Oktober 2025. Angka itu turun 9,6 persen dari tahun lalu yang mencapai 731.113 unit.

Bob menilai stimulus relaksasi seperti Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) di tahun 2021 sangat efektif dalam membentuk permintaan (demand creation) untuk mobil baru dan pertumbuhan ekonomi nasional. “PPN itu demand creation, itu otomatis mengguyur likuiditas ke masyarakat,” kata Bob.

Ia mengatakan, insentif ini juga ada di sejumlah negara seperti Vietnam serta Malaysia, dan terbukti mampu meningkatkan daya beli dan perekonomian secara makro.

“Sangat, sangat (efektif), dan itu juga diterapkan di negara lain seperti Vietnam, yang menurunkan PPN, dan sekarang tumbuh ekonominya 78 persen. Malaysia juga memberikan insentif PPN. Jadi banyak negara-negara memberikan insentif dalam bentuk penurunan PPN,” kata Bob.

“Itu yang kita harapkan, karena kalau misalnya ekonomi meningkat, maka revenue pemerintah juga naik,” ujarnya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Suriah Gagalkan Serangan Sa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.