IHSG Hari Ini Loyo Jelang Natal, Pasar Pilih Amankan Cuan
📅 Selasa, 23 Des 2025, 16:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan pelaku pasar menjelang libur Natal. Tekanan ini mencerminkan sikap wait and see investor yang cenderung mengamankan keuntungan setelah reli sebelumnya, di tengah minimnya katalis baru dan penurunan likuiditas transaksi. Pelemahan IHSG lebih bersifat teknikal dan jangka pendek, tanpa mengubah sentimen fundamental pasar secara signifikan.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/12) sore, ditutup melemah 61,05 atau 0,71 persen ke posisi 8.584,78 seiring pelaku pasar melakukan aksi profit taking (ambil untung) menjelang libur dan cuti bersama Natal Tahun 2025.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,77 poin atau 1,25 persen ke posisi 848,95.
“IHSG bergerak melemah menjelang liburan Natal dan cuti bersama,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Di sisi lain, Nico mengatakan pelaku pasar tengah mengantisipasi pengumuman tentang upah minimum di beberapa provinsi, di tengah penolakan serikat pekerja dan kelompok bisnis terhadap formula upah 2026 yang diusulkan oleh pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengupahan terbaru, dan meminta seluruh gubernur menetapkan besaran upah minimum paling lambat 24 Desember 2025.
Dari mancanegara, Nico menyebut bahwa ekspektasi penurunan suku bunga acuan lebih lanjut oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed terus meningkat.
Pelaku pasar terus mencerna data tenaga kerja AS yang menunjukkan perekrutan lebih lemah, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada tahun depan, yang diperkuat oleh seruan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan biaya pinjaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, perhatian pasar beralih ke data Produk Domestik Bruto (PDB) AS periode kuartal III-2025, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi AS dan kemungkinan arah kebijakan The Fed.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar memantau pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China, di tengah harapan akan stimulus pemerintah tambahan.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 2,32 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor teknologi yang naik masing-masing sebesar 2,16 persen dan 0,57 persen.
Sedangkan, tujuh sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 1,33 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor energi yang masing-masing turun 1,12 persen dan 1,33 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PADA, INET, MEDS, SDMU, dan ARKO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SUPA, STAR, PJHB, PAMG, dan WEHA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!