Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Subsektor Aplikasi Jadi yang Paling Diminati Investor Internasional

📅 Senin, 22 Des 2025, 16:30 WIB | Oleh:
Subsektor Aplikasi Jadi yang Paling Diminati Investor Internasional Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat memberi sambutan dalam acara Ekraf Annual Report 2025 di Jakarta, Senin (22/12).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan subsektor aplikasi menjadi salah satu dari 7 subsektor prioritas arahan Presiden yang cukup diminati investor internasional.

“Aplikasi menjadi penerima investasi tertinggi pada triwulan 1-3 tahun 2025. Hal ini menunjukkan tren positif pertumbuhan sektor kreativitas berbasis digital di Indonesia,” kata Riefky dalam acara Ekraf Annual Report 2025 di Jakarta, Senin (22/12).

Subsektor aplikasi tersebut meliputi fintech, e-commerce, aplikasi berbasis AI, aplikasi entertainment, dan lain sebagainya. Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang diolah Kemenekraf, pada triwulan 1-3 tahun 2025, investasi pada subsektor aplikasi mencapai 40,94 triliun rupiah.

Deputi Bidang Pengembangan Strategis Cecep Rukendi menambahkan pengembangan aplikasi menjadi yang juga banyak dipilih generasi muda sebagai lapangan pekerjaan dan bisa jadi tolok ukur tren industri kreatif yang berkembang di Indonesia, diikuti dengan subsektor games. 

“Demikian juga di ekspor, sampai triwulan tiga ini yang naik itu games, yang tadinya kan kuliner, fashion, kriya, lalu penerbitan, nah sekarang itu justru penerbitan dikalahkan oleh games,” kata Cecep.

Investasi terbanyak diikuti 7 subsektor lainnya yakni fashion 26 triliun rupiah, kriya 22,37 triliun rupiah, dan kuliner 20,38 triliun rupiah. Ada juga musik mendapatkan investasi sebanyak 4,25 triliun rupiah, game developer 1,86 triliun rupiah dan film, animasi, video sebanyak 1,64 triliun rupiah. 

Total investasi pada industri ekonomi kreatif sekitar 132 triliun rupiah dengan dominasi 5 negara terbesar yaitu Singapura, Hong Kong, Amerika, Korea Selatan, dan Tiongkok. Dari sisi provinsi, investor masih terkonsentrasi pada Pulau Jawa.

“Ke depannya kami akan mendorong investasi ekraf ke provinsi lainnya di luar Jawa. Rencana ini sudah kami tuangkan di dalam Rancangan Perpres Rindekraf 2026-2045 dan Strategi Penguatan Kelembagaan Ekraf di Daerah,” kata Riefky. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...
Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.