ASEAN Turun Tangan, Thailand-Kamboja Diminta Redam Konflik Perbatasan Jelang Pertemuan Militer
📅 Senin, 22 Des 2025, 20:10 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohSementara itu, otoritas Thailand melaporkan sedikitnya 21 tentara Thailand dan satu warga sipil tewas sejak bentrokan pecah. Di pihak lain, Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyatakan sebanyak 20 warga sipil Kamboja meninggal dunia dan sekitar 80 orang lainnya mengalami luka-luka.
Thailand juga mencatat adanya 33 warga sipil tambahan yang meninggal dunia sebagai dampak tidak langsung dari konflik tersebut. Korban-korban ini dilaporkan meninggal akibat gangguan layanan, evakuasi darurat, dan kondisi tidak stabil yang ditimbulkan oleh situasi keamanan di wilayah perbatasan.
Dengan meningkatnya korban dan tekanan regional, langkah Thailand dan Kamboja dalam beberapa hari ke depan akan menjadi sorotan utama ASEAN. Pertemuan militer yang dijadwalkan digelar pada 24 Desember dinilai krusial dalam menentukan arah penyelesaian konflik dan stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!