Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengejutkan! Kabupaten Kudus Catat Surplus Beras hingga Desember 2025

📅 Sabtu, 20 Des 2025, 19:28 WIB | Oleh:
Mengejutkan! Kabupaten Kudus Catat Surplus Beras hingga Desember 2025 Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Beras SPHP yang diperbantukan untuk masyarakat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (20/12).

KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat dalam kondisi aman hingga akhir Desember 2025. Bahkan, stok beras diproyeksikan surplus lebih dari 12 ribu ton di tengah upaya penguatan ketahanan pangan.

"Dari ketersediaan beras yang mencapai 100.281 ton, hingga akhir bulan diprediksi surplus sebesar 12.607 ton karena kebutuhan berkisar 87.674 ton," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan berbagai program strategis di bidang pangan, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), berjalan dengan baik sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Sam'ani memaparkan capaian sektor pangan di Kabupaten Kudus, mulai dari luas tanam hingga ketersediaan beras yang mengalami surplus.

Untuk luas area tanam tanaman padi di Kabupaten Kudus hingga akhir Desember 2025 diprediksi mencapai 25.612 hektare dari target selama 2025 seluas 33.647 hektare.

Selain mengoptimalkan produksi beras, kata dia, Kabupaten Kudus juga menggerakkan ketahanan pangan dengan penanaman jagung dan tebu.

Ketersediaan jagung hingga bulan ini mencapai 5.343 ton, sedangkan kebutuhan sebesar 4.591 ton, sehingga surplus 753 ton.

Ia mengungkapkan implementasi Program MBG di Kabupaten Kudus telah menunjukkan capaian yang signifikan. Program tersebut tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga diarahkan untuk membangun kebiasaan positif sejak dini.

"Program MBG sudah berjalan 75 persen. Selain itu, karena para siswa sudah menerima MBG, maka uang saku yang diterima para siswa juga kami arahkan untuk ditabung, ini sebagai bentuk literasi keuangan sejak dini," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kudus yang membuahkan hasil positif.

"Kami berterima kasih kepada Pak Menko, atas keberhasilan menurunkan angka stunting di Kabupaten Kudus, kami menerima insentif fiskal percepatan penurunan stunting," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan Program MBG merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Presiden mencanangkan 30.000 lebih SPPG, yang akan memberikan manfaat kepada 82,9 juta anak-anak sekolah. Tujuannya untuk menjamin gizi manusia Indonesia, dengan gizi yang baik, badannya sehat, otaknya cerdas, jadi makin produktif," ujarnya.

Ia juga menegaskan bantuan pemerintah tidak semata-mata bersifat karitatif, tetapi diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.