Labuan Bajo Ditunjuk Jadi Proyek Percontohan Asuransi Pariwisata 2026
📅 Sabtu, 20 Des 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Labuan Bajo - Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat Stefanus Jemsifori menyatakan, Labuan Bajo ditetapkan sebagai pilot project atau percontohan asuransi pariwisata pada tahun 2026 mendatang guna meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
"Sebagai langkah awal perwakilan Kementerian Pariwisata dan pihak PT Jasaraharja Putera akan datang ke Labuan Bajo pada awal Januari 2026, dan nantinya sembilan destinasi pariwisata prioritas (DPP) akan belajar dari Labuan Bajo," katanya dihubungi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumatb(19/12).
Ia menyampaikan hal tersebut usai menjadi pemateri dalam focus group discussion (FGD) Pilot Project Asuransi Pariwisata Tahun 2026 di Destinasi Labuan Bajo yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI melalui Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata di Jakarta pada Rabu (17/12) lalu.
Hadir pula dalam kesempatan itu sebagai pemateri Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores Dwi Marhen Yono, serta perwakilan Indonesian National Shipowners Association (INSA).
Sementara itu, tanggapan strategis disampaikan oleh perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Pariwisata, serta PT Jasaraharja Putera, bersama pemangku kepentingan sektor perjalanan wisata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Stefanus Jemsifori menyatakan, asuransi bagi wisatawan sangat diperlukan karena tingginya angka kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo setiap tahun.
Selain itu, aktivitas wisata di Labuan Bajo juga didominasi wisata alam dan bahari seperti wisata trekking, kapal wisata dan aktivitas selam, yang dinilai memiliki risiko yang cukup tinggi.
"Sehingga perlu asuransi pariwisata sebagai produk perlindungan wisata yang memberikan jaminan finansial serta melindungi wisatawan dan pelaku pariwisata," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai, terdapat sejumlah risiko dari aktivitas wisata di Labuan Bajo yang tidak diinginkan seperti kecelakaan laut, cedera fisik, bencana alam, dan cuaca ekstrem, sehingga diperlukan asuransi pariwisata untuk menjamin keselamatan wisatawan, mengurangi beban pengelola wisata hingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas pariwisata di Labuan Bajo.
"Manfaat adanya asuransi pariwisata bagi Pemkab Manggarai Barat dapat meningkatkan standar keselamatan destinasi di Labuan Bajo," katanya.
Pemkab Manggarai Barat, lanjut dia, menawarkan tiga skema penerapan asuransi pariwisata yakni asuransi wisata dapat terintegrasi dengan tiket masuk destinasi wisata, terintegrasi dengan paket wisata yang ditawarkan pengelola wisata hingga kerja sama kolektif dengan perusahaan asuransi.
"Kami baru saja membentuk sekretariat bersama dengan 15 asosiasi wisata di Labuan Bajo untuk berkolaborasi mendukung pariwisata berkelanjutan dan ibarat gayung bersambut adanya proyek percontohan ini saya optimistis dapat dilaksanakan," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, tingkat kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo diprediksi akan meningkat pada tahun 2026 karena rute penerbangan langsung pergi-pulang (PP) Singapura-Labuan Bajo kembali dibuka pada 21 Desember 2025.
Saat ini hanya terdapat satu rute penerbangan internasional yang dilayani di Bandara Internasional Komodo, yakni rute Malaysia-Labuan Bajo sejak September 2024 lalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!