Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target Pemprov DKI pada 2030, Sebanyak 167 Ribu Warga Keluar dari Garis Kemiskinan

📅 Jumat, 19 Des 2025, 14:22 WIB | Oleh:
Target Pemprov DKI pada 2030, Sebanyak 167 Ribu Warga Keluar dari Garis Kemiskinan Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi menargetkan bisa mengeluarkan 69,51 ribu-167,27 ribu warga dari garis kemiskinan pada 2030 dan ini dinilai bisa tercapai karena kapasitas fiskal daerah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memadai.

"Alokasi APBD dinilai memadai untuk mendukung pencapaian target tersebut," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dalam Rapat Kerja Daerah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi DKI Jakarta Triwulan IV 2025 di Balai Kota Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, jangan ragu untuk membuat rencana asalkan terukur dan terarah serta dijalankan secara tepat sasaran dan terkoordinasi. "Jangan ragu melakukan tender di tahun ini," katanya.

Dia mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) DKI Jakarta tahun ini bisa mencapai Rp7 triliun dan dana ini bisa digunakan sebagian untuk membantu warga keluarga dari kemiskinan.

Per Maret 2025, tingkat kemiskinan di Jakarta berada pada angka 4,28 persen, lebih tinggi dibandingkan September 2024, yakni sebesar 4,14 persen. Angka ini masih relatif jauh dari target Pemprov DKI Jakarta yang bisa menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 1,82-2,91 persen pada tahun 2030.

Berdasarkan realita ini, Rano meminta jajarannya melakukan upaya penanggulangan kemiskinan yang lebih terarah dan konsisten. Selain menurunkan jumlah penduduk miskin, dia juga berharap agar jajarannya dapat menjaga kelompok rentan miskin agar tidak kembali jatuh di bawah garis kemiskinan.

Lalu, untuk mendukung pencapaian target tersebut, dia menekankan tiga prinsip utama dalam penanggulangan kemiskinan, yakni akurasi data, ketepatan intervensi sesuai akar permasalahan serta ketepatan waktu penyaluran manfaat.

Dalam kesempatan itu, Wakil Sekretaris Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani menyampaikan, upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di DKI Jakarta disusun dengan prinsip konvergensi dan komplementaritas program.

Konvergensi dan komplementaritas program merupakan faktor utama agar setiap penduduk miskin dapat tergraduasi menjadi lebih sejahtera dan mereka yang sudah berada di atas garis kemiskinan dijaga agar tidak turun kelas kesejahteraannya.

"Peran dari Kementerian/Lembaga serta Mitra Pembangunan yang berada di luar pemerintah juga sangat penting untuk mewujudkan konvergensi dan komplementaritas program tersebut," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta itu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.