Pesawat TNI AU Angkut Cabai Petani Aceh yang Jadi Korban Bencana
📅 Kamis, 18 Des 2025, 06:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – TNI AU mengerahkan pesawat Hercules A-1339 mengangkut 14 ton cabai dan komoditas lain milik petani di Bener Meriah, Aceh, untuk membantu petani tetap memiliki pendapatan dari hasil panen mereka.
“Melaporkan dukungan pesawat untuk mengangkut logistik dan personel di Bandara Rembele (Kabupaten Bener Meriah),” dikutip dari keterangan resmi TNI Angkatan Udara, Kamis (18/12).
Selain hasil bumi, pesawat Hercules ini juga menyediakan tempat untuk 20 warga Aceh yang mau dievakuasi dengan prioritas lansia, ibu, dan anak.
Berdasarkan siaran pers tersebut, Hercules A-1339 ini berangkat dari Aceh menuju Pangkalan Udara Soewondo di Medan, Sumut, dan sebaliknya.
Dalam video yang dibagikan, tampak puluhan karung berisi cabai, tomat dan kol dialihkan dari truk ke dalam pesawat Hercules.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengangkutan hasil bumi para petani terdampak ini merupakan mandat dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Percayalah pemerintah akan bekerja sangat keras. Habis-habisan untuk membantu bapak-bapak, ibu-ibu sekalian di sini. Kita akan bersama bapak-bapak ibu-ibu, jangan khawatir Anda tidak sendiri,” ujar Prabowo saat mengunjungi sejumlah titik pengungsian di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah pada 12 Desember lalu.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menjelaskan pengangkutan hasil panen melalui jalur udara dilakukan karena tersendatnya distribusi melalui jalur darat akibat bencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengangkutan hasil panen para petani melalui udara ini sudah dilakukan sejak 8 Desember, baik menggunakan Hercules maupun helikopter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!