Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Kasus Rabies Meningkat, Gubernur NTT Instruksikan Pembatasan Pergerakan Hewan Penular

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 10:06 WIB | Oleh:
Waspada Kasus Rabies Meningkat, Gubernur NTT Instruksikan Pembatasan Pergerakan Hewan Penular Doc: ANTARA
Ket. Gubernur NTT Melki Laka Lena

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengeluarkan instruksi tentang pembatasan pergerakan hewan rabies di provinsi berbasis kepulauan itu menyusul semakin tingginya angka kematian orang akibat gigitan Hewan Penular Rabies (HPR).

"Dalam rangka menangani perkembangan kasus rabies di NTT, maka dengan ini diinstruksikan kepada kepala daerah di NTT untuk melakukan pembatasan pergerakan hewan penular rabies," kata Gubenur NTT Melki Lana melalui instruksi gubernur yang ditandatangani dan diterima ANTARA di Kupang, Kamis (21/8).

Instruksi gubernur itu hanya ditujukan kepada 15 kabupaten/kota dari total 22 kabupaten/kota di NTT, serta kepada Komandan Korem 161/WS, Kapolda NTT, Dinas Peternakan, serta Balai Karantina Hewan.

Kabupaten yang terdampak gigitan HPR antara lain Kabupaten Alor, empat kabupaten di Pulau Sumba, Sabu Raijua, serta Kabupaten Rote Ndao.

Dalam instruksi tersebut disebutkan sesuai dengan data yang dilaporkan, kasus gigitan HPR seperti anjing, kucing, dan kera, yang tersebar di NTT telah mencapai 10.605 kasus.

Dari kasus tersebut sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia dan semuanya tercatat mulai Januari hingga Agustus 2025.

Gubernur NTT saat ditemui di Kupang mengatakan hanya 15 kabupaten yang terdampak oleh gigitan HPR. Karena itu pihaknya melakukan pembatasan sehingga tidak menyebar.

"Jadi pembatasannya dimulai 1 September 2025 hingga 1 November 2025 guna memutus mata rantai penyebaran rabies di NTT," ucapnya

Selama proses pembatasan, gubernur meminta agar dilakukan juga pelaksanaan vaksinasi bagi HPR untuk memutus mata rantai penyebaran virus rabies.

Melki berharap upaya ini mampu mencegah dan memutus mata rantai rabies di provinsi berbasis kepulauan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.