Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Ungkap Masalah Gigi Masuk 5 Besar di CKG

📅 Kamis, 18 Des 2025, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Ungkap Masalah Gigi Masuk 5 Besar di CKG Doc: ANTARA
Ket. Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Elvieda Sariwati, M.Epid dalam acara diskusi media dan pakar soal kesehatan gusi yang digelar Unilever Indonesia Hygiene Forum 2025 di Jakarta, Rabu (17/12/2025)

JAKARTA - Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Elvieda Sariwati, M.Epid mengatakan, masalah kesehatan gigi dan mulut termasuk dalam lima besar penyakit yang ditemukan pada pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Pemeriksaan tersebut telah dilakukan pada 63,5 juta jiwa dari berbagai kelompok usia.

“Jadi, kalau bisa kita katakan itu satu dari dua orang peserta cek kesehatan gratis itu mengalami masalah gigi. Mulai dari ada yang gigi berlubang, gigi hilang, kemudian gigi goyang, dan juga ada yang gigi melorot. Dan proporsinya ternyata semakin meningkat, usianya itu semakin tinggi,” kata Elvieda dalam acara diskusi media dan pakar soal kesehatan gusi yang digelar Unilever Indonesia Hygiene Forum 2025 di Jakarta, Rabu (17/12).

Elvieda mengatakan data dari BPJS Kesehatan memperkirakan di tahun 2030 akan ada sekitar Rp1,2 triliun yang dikeluarkan untuk penyakit gigi.

Sementara data yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg. Usman Sumantri, M.Sc menyebutkan sebanyak 82 persen orang Indonesia mengalami karies gigi, dan 74,1 kasus periodontitis yang mencakup gingivitis dan periodontitis di Indonesia berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018.

Dikatakannya, dengan kondisi ini pemerintah terus melakukan upaya untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi masyarakat Indonesia dengan menyusun empat pilar rencana aksi nasional yaitu Tata Kelola Kesehatan Gigi dan Mulut, Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit, Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut, serta Sistem Informasi dan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut.

Untuk di sekolah, Kemenkes telah membuat bahan ajar yang diintegrasikan ke dalam kurikulum, termasuk dengan yang disabilitas. Kemudian untuk di masyarakat, Kemenkes menggerakkan Posyandu bidang kesehatan melalui 300 lebih Posyandu yang ada dengan 1,5 juta kader.

“Tentunya kami tidak mungkin berjalan sendirian, diperlukan kolaborasi lintas pihak dalam mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan gigi dan mulut melalui edukasi berkelanjutan,” kata Elvieda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.