Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Fokus Arahkan Kebijakan yang Dorong Ekspansi Ekonomi

📅 Selasa, 16 Des 2025, 01:14 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Kalau diagnosa ekonomi sedang melemah maka stimulus yang efektif adalah potong pajak konsumsi atau PPN. Dengan menurunkan tarif PPN konsumen bisa semangat belanja, perputaran ekonomi bisa meningkat,"tegas Bhima

Pijakan Utama

Secara terpisah, pengamat ekonom STIE YKP Yogyakarta Aditya Hera Nurmoko keputusan Menkeu belum menetapkan rencana penyesuaian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk 2026 sudah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi semestinya menjadi pijakan utama dalam merumuskan kebijakan fiskal, bukan sekadar menaikkan tarif pajak.

Aditya menjelaskan, secara struktural penerimaan negara akan meningkat secara alami ketika aktivitas ekonomi tumbuh lebih cepat. Pertumbuhan konsumsi, produksi, dan investasi akan memperluas basis pajak, sehingga negara memperoleh penerimaan lebih besar tanpa harus menambah beban tarif kepada masyarakat.

“Jika ekonomi tumbuh, PPN, PPh, dan pajak lainnya akan ikut naik karena basis transaksinya melebar,” kata Aditya.

Kenaikan PPN tambahnya justru berisiko menekan daya beli, jika dilakukan saat momentum pertumbuhan belum kuat. Dalam kondisi tersebut, konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB) dapat melemah, sehingga efeknya justru kontraproduktif terhadap target penerimaan negara.

Menurut Aditya, Pemerintah seharusnya fokus mengarahkan kebijakan yang mendorong ekspansi ekonomi, seperti peningkatan kualitas belanja negara, percepatan investasi produktif, serta penguatan sektor-sektor yang memiliki efek berganda tinggi terhadap perekonomian.

Dengan cara seperti itu, penerimaan negara dapat tumbuh berkelanjutan dan tidak bergantung pada instrumen kenaikan tarif. Sikap Pemerintah yang tidak berspekulasi dan menunggu capaian pertumbuhan ekonomi secara konkret merupakan pendekatan yang rasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Ekonomi
BPS Catat 319 Daerah Hadapi...
Daerah
Fenomena Super New Moon, Su...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.