Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Fokus Arahkan Kebijakan yang Dorong Ekspansi Ekonomi

📅 Selasa, 16 Des 2025, 01:14 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Fokus Arahkan Kebijakan yang Dorong Ekspansi Ekonomi Doc: istimewa
Ket. Kebijakan Fiskal - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa Belum Menetapkan Rencana Penyesuaian PPN 2026

JAKARTA - Pemerintah hingga saat ini belum menetapkan rencana penyesuaian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tahun 2026. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Senin (15/12) menyampaikan bahwa kebijakan tersebut masih memerlukan kajian, salah satunya dengan melihat kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita lihat bagaimana ekonomi bisa tumbuh lebih cepat atau nggak,” kata Purbaya, di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (15/12).

Menkeu pun tidak ingin berspekulasi sebelum melihat capaian pertumbuhan ekonomi secara konkret. Apabila pertumbuhan ekonomi mampu menembus angka di atas 6 persen, kata Purbaya, maka pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk mengelola kebijakan PPN.

Dengan kondisi tersebut, opsi penyesuaian bisa dilakukan secara fleksibel. Menurut Purbaya, dalam ini PPN bisa saja dinaikkan atau mungkin diturunkan, sesuai dengan kebutuhan ekonomi.

“Kalau di atas 6 persen sih, mestinya ada ruang untuk mengolah kebijakan PPN. Bisa naik, bisa turun, jadi nggak nebak ya. Kalau nggak menurunkan, menaikkan,”katanya.

Untuk saat ini, Purbaya mengaku lebih fokus pada perbaikan sistem penerimaan pendapatan, baik melalui pajak maupun bea cukai. Ia pun memantau perkembangan penerimaan, setelah perbaikan sistem hingga triwulan II-2026. Setidaknya pada akhir triwulan I, Purbaya akan mengevaluasi kembali rencana penyesuaian tarif PPN.

“Mungkin akhir triwulan pertama saya sudah lihat. Dari situ, saya bisa ukur sebetulnya potensi saya berapa sih yang riil. Nanti kalau saya hitung, kurangnya berapa, dampak pertumbuhan ekonominya berapa,” kata Menkeu.

Menanggapi hal itu, Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa menegaskan, memang di tengah kondisi sekarang, tidak tepat menaikan tarif PPN, sebab psikologis masyarakat sedang terganggu akibat bencana hidrometeorologi.

Apalagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah merilis potensi bencana hidrometeorologi hingga beberapa waktu ke depan, yang tentunya bakal mengganggu rantai pasok logistik bahan bahan pokok, yang bisa mengerek kenaikan harga dan mempelemah daya beli masyarakat.

“Kebijakan PPN sangat sensitif di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya membaik. Perlu kehati-hatian agar tidak kontraproduktif dengan upaya menggerakkan sektor riil,”tegas Awan.

Semestinya relaksasi pajak dapat menjadi stimulus bagi ekonomi masyarakat. Bila perlu skema penurunan tarif PPN harus dilakukan.

“Menurunkan tarif PPN tepat dilakukan di saat seperti ini agar dapat menstimulus ekonomi sektor swasta dan rumah tangga sehingga akan berpotensi menciptakan lapangan kerja,”ungkap Awan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan di tengah kondisi sekarang, keputusan menurunkan tarif PPN lebih tepat dilakukan karena pertimbangan bencana.

Bahkan, keputusan Pemerintah yang untuk menunda perubahan tarif PPN menjadi turun ke 9-10 persen dari 11 persen menunjukkan keraguan dan hilangnya momentum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...

BPBD Imbau Warga Kota Tangerang Tak Bakar Sampah

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
BPBD Imbau Warga Kota Tange...
Luar Negeri
Zelenskyy Ingin Temui PM Je...

Kemenkes Siagakan Ribuan Nakes Imbas Karhutla

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Siagakan Ribuan Na...
Luar Negeri
CEO Nvidia: Ada Peluang AI ...
Advertisement
Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Wahid Bungkam soal Alasannya

Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Wahid Bungkam soal Alasannya

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.