Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Pemimpin Negara Bagian Sepakat Hanya Warga Negara Australia yang Boleh Memiliki Senjata Api Setelah Serangan Bondi

📅 Selasa, 16 Des 2025, 06:50 WIB | Oleh:
Para Pemimpin Negara Bagian Sepakat Hanya Warga Negara Australia yang Boleh Memiliki Senjata Api Setelah Serangan Bondi Doc: Istimewa
Ket. Undang-undang baru tersebut akan membatasi jumlah senjata api yang dapat dimiliki pemilik senjata, dengan izin yang hanya diperbolehkan untuk warga

CANBERRA - Para pemimpin negara bagian Australia menyetujui undang-undang senjata api nasional yang lebih ketat selama pertemuan darurat kabinet nasional pada hari Senin (17/12), menyusul serangan teror terburuk dalam sejarah negara itu.

Dari Newsweek, serangan teror di Pantai Bondi selama perayaan Chanukah by the Sea pada hari Minggu menewaskan sedikitnya 16 orang. Ini adalah penembakan massal paling mematikan sejak insiden Port Arthur tahun 1996 yang mendorong pemerintah Australia untuk memperkenalkan beberapa undang-undang pengendalian senjata api terketat di dunia.“Ini berbeda dari Port Arthur,” kata Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.“Port Arthur adalah seseorang yang terlibat dalam kekerasan acak terhadap orang lain. Ini adalah tindakan yang ditargetkan.”

Undang-undang baru tersebut akan membatasi jumlah senjata api yang dapat dimiliki pemilik senjata, dengan izin yang hanya diperbolehkan untuk warga negara Australia. Para perdana menteri dan kepala menteri juga telah sepakat untuk mempercepat pembentukan registrasi senjata api nasional. 

Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, mengatakan parlemen negara bagian akan dipanggil kembali sesegera mungkin untuk memperkenalkan undang-undang baru tersebut, dan mengatakan kepada wartawan, "Saya bertekad untuk memperkenalkan undang-undang senjata api terketat di negara ini dan saya percaya undang-undang ini perlu disahkan dan diberlakukan sesegera mungkin."

Sementara itu, Ahmed al-Ahmed, pahlawan Pantai Bondi yang berhasil melumpuhkan salah satu tersangka dalam serangan mematikan hari Minggu, mengatakan dia tidak menyesal meskipun menderita luka serius termasuk beberapa luka tembak di bahu dan lengannya. “Dia mengatakan dia akan melakukannya lagi,” kata pengacara al-Ahmed, Sam Issa, pada hari Senin setelah berbicara dengan kliennya di rumah sakit.

Yang Perlu Diketahui

Sedikitnya 16 orang, termasuk satu tersangka, tewas dalam penembakan massal di acara Hanukkah by the Sea di Pantai Bondi yang ramai di Sydney, Australia, pada hari Minggu.

Ayah Sajid Akram, berusia 50 tahun, dan putranya, Naveed Akram, 24 tahun, telah diidentifikasi sebagai tersangka.

Pada hari Senin, 38 orang masih dirawat di rumah sakit. Di antara mereka adalah al-Ahmed yang mungkin kehilangan satu lengannya setelah tindakan beraninya kemarin.

Para korban berusia antara 10 hingga 87 tahun.

Penembakan itu menargetkan orang-orang yang merayakan hari raya Yahudi Hanukkah di pantai pada Minggu malam waktu setempat.

Polisi menyebut peristiwa itu sebagai "insiden terorisme".

Rekaman video menunjukkan dua pria mengacungkan senjata api di dekat pantai. Beberapa tembakan terdengar sementara sirene meraung di latar belakang.

Apa motif penembakan di Pantai Bondi?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.