Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tren Mobil Listrik Tahun 2026 Diprediksi Sedikit Kurang Bergairah

📅 Sabtu, 13 Des 2025, 14:10 WIB | Oleh:
Tren Mobil Listrik Tahun 2026 Diprediksi Sedikit Kurang Bergairah Doc: ANTARA
Ket. Pengisian mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 10.6 Jagorawi, Cibubur, Cipayung, Jakarta Timur.

JAKARTA - Penerimaan kendaraan listrik masyarakat Tanah Air dari tahun ke tahun terus menunjukkan tren yang positif dan pada 2025 merupakan tonggak penting dalam pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermoto Indonesia (Gaikindo), penerimaan kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 55.225 unit sepanjang Januari sampai dengan September 2025.

Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu saat dihubungi di Jakarta, Jumat, mengatakan tren peningkatan yang cukup drastis, cukup sulit untuk terjadi kembali pada 2026 karena terdapat beberapa faktor.

“Tampaknya, pertumbuhan industri EV (Electric Vehicle) di tahun 2026 tidak akan semasif lonjakan di akhir 2025. Apalagi jika skema insentif fiskal berbasis impor mulai dikurangi dan diarahkan hanya ke produksi lokal,” kata Yannes.

Menurut dia, tahun 2026 menjadi fase konsolidasi yang keras, dimana pertumbuhan volume total melambat karena tekanan kenaikan harga BEV, terutama model CBU, yang berpotensi kembali menghantam middle class yang sangat sensitif harga di tengah ekonomi makro yang belum akselerasi.

Meski demikian, lanjutnya, tren ini bakal menjadi langkah awal persaingan fundamental yang lebih sehat. Dengan begitu pasar akan didorong oleh BEV berharga terjangkau dari Agen Pemegang Merek (APM) yang benar-benar menanamkan investasi dan menaikkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

“Sementara pemain yang hanya mengandalkan impor tanpa komitmen lokalisasi akan semakin tertekan dan perlahan tersisih dari segmen volume,” ujarnya.

Momentum ini juga memiliki dampak yang baik bagi para pemain Jepang, yang sudah sangat mengenal pasar otomotif Tanah Air. Dengan tidak lagi adanya dukungan dari pemerintah seperti saat ini, pada  2026 pemain Jepang justru makin subur.

“Tanpa dukungan insentif yang selebar hari ini, segmen HEV Jepang justru berpeluang makin subur sebagai pilihan rasional, karena ditopang jejaring after-sales yang kuat dan persepsi risiko yang lebih rendah di mata konsumen,” ucapnya.

Beberapa waktu yang lalu, agensi PR ID COMM dalam diskusi yang membedah penerimaan kendaraan elektrifikasi di Tanah Air, menyoroti pentingnya sinkronisasi yang lebih kuat antara kebijakan pemerintah, strategi industri, dan edukasi publik untuk akselerasi ekosistem mobil listrik di Indonesia.

Menurut mereka, sejak lahirnya Perpres Nomor 55 Tahun 2019 kebijakan kendaraan listrik terus berkembang melalui berbagai aturan turunan yang mengatur rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Hanya terkadang kebijakan yang sering berubah-ubah membuat para investor asing harus menahan diri untuk menggelontorkan dana besar di Indonesia.

Tidak hanya terkait kebijakan yang fluktuasi, kondisi perang harga yang agresif, ketidakpastian insentif, dan belum stabilnya permintaan pasar domestik juga menjadi pemicu.

Penerimaan mobil elektrifikasi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Bea Cukai Ambon Sita 29.780...

Belum Membaik, Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

32 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Belum Membaik, Kualitas Uda...
Hasil Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Gol Tielemans di Menit 120 ke Gawang Senegal Bawa Belgia Lolos ke 16 Besar

Hasil Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Gol Tielemans di Menit 120 ke Gawang Senegal Bawa Belgia Lolos ke 16 Besar

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.