Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wah Canggih, Supiori Papua Miliki Alat Peringatan Dini Tsunami 24 Jam

📅 Senin, 08 Sep 2025, 00:58 WIB | Oleh:
Wah Canggih, Supiori Papua Miliki Alat Peringatan Dini Tsunami 24 Jam Doc: ist
Ket. tsunami

SUPIORI – Kabupaten Supiori, Papua, miliki alat peringatan dini tsunami yang beroperasi 24 jam . Yang penting dijaga agar tidak hilang atau rusak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Supiori, Papua (BPBD) memiliki alat pemantau cuaca dan peringatan dini tsunami atau Warning Receiver System (WRS) selama 24 jam.

"Dengan WRS dapat menerima informasi dari BMKG untuk disebarluaskan ke masyarakat serta sirine peringatan dini dipasang di daerah rawan bencana," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Supiori Lukas Mansawan, Minggu.

BPBD Supiori juga rutin melakukan uji coba dan pemeliharaan sistem ini bersama BMKG. Dengan tersedianya peralatan WRS, lanjut dia, BPBD rutin melakukan sosialisasi kepada warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di daerah pesisir. Ia menjelaskan dengan disediakan WRS dan monitor keadaan cuaca 24 maka alat-alat ini berfungsi untuk memitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.

"Dengan WRS kami dapat memberikan informasi yang cepat dan tepat kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya untuk kesiapsiagaan mitigasi bencana," katanya. Lukas menambahkan, dengan adanya alat ini maka dapat dipastikan kesiapsiagaan warga dan petugas dalam menghadapi bencana.

"Dengan adanya peralatan WRS dapat memberikan informasi lebih cepat terhadap keadaan cuaca, kejadian gempa dan tsunami hingga terjadinya bencana alam," katanya. Kabupaten Supiori, sebagai daerah kepulauan merupakan wilayah yang masuk kawasan rawan bencana karena berada di bibir lautan Samudera Pasifik.

Atasi Abrasi

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan anggaran 5,5 miliar untuk membangun talut guna cegah abrasi di Kampung Warsa/Yenggarbun, Kabupaten Supiori, Papua. "Panjang talut yang sedang dikerjakan hingga saat ini 255 meter," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Supiori Lukas Mansawan dihubungi dari Biak.

Ia mengakui fungsi talut sebagai dinding penahan gelombang air laut untuk mencegah abrasi dan longsor serta melindungi infrastruktur, seperti jalan, bangunan, dan pemukiman. Selain itu, menahan tekanan dari air laut sehingga dapat mencegah banjir dan menjaga keamanan area di sekitarnya dari kerusakan akibat pergerakan luapan air laut. Ia optimistis pembangunan talut program BNPB di Kampung Warsa selesai pada akhir 2025.

Ia mengharapkan, dukungan semua komponen masyarakat Kabupaten Supiori terhadap program pembangunan talut untuk penahan gelombang pasang air laut. Disinggung wilayah Supiori merupakan kawasan rawan bencana, kata dia, karena letak geografis di bibir Lautan Pasifik sehingga menjadi daerah yang mempunyai potensi gelombang air laut. "BPBD Supiori terus meningkatkan kesiapsiagaan mitigasi bencana guna mengurangi risiko bencana yang bisa datang kapan saja dan di mana saja," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.