Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud: Kajian Situs Pasir Lulumpang Bisa Bangun Narasi yang Hilang

📅 Jumat, 08 Agu 2025, 22:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menbud: Kajian Situs Pasir Lulumpang Bisa Bangun Narasi yang Hilang Doc: ANTARA
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat mengunjungi situs Lulumpang, Garut, Jawa Barat.

JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya riset dan kajian mendalam tentang Pasir Lulumpang, di Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, sehingga dapat membangun narasi dan pengetahuan yang hilang agar lebih komprehensif sebagai pusat pengetahuan dan wisata budaya.

Situs Pasir Lulumpang merupakan salah satu tinggalan penting dari masa prasejarah yang ditandai dengan keberadaan lumpang batu berukuran besar yang memiliki lubang di tengah.

“Perlu satu penelitian dan kajian lagi yang lebih mendalam tentang fungsi dari Pasir Lulumpang atau situs batu-batu yang dibuat semacam lumpang ini. Dengan narasi yang kuat dan literasi yang memadai, nantinya bisa membangun pengetahuan yang selama ini terpendam atau hilang,” kata Menbud dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (08/8).

Pasir Lulumpang, lanjut dia, mempunyai ciri khas sesuai namanya, yaitu adanya lumpang dan juga kemungkinan ada dakon serta terdiri atas 13 teras yang disusun sebagai satu struktur budaya.

Fadli juga menekankan potensi pengembangan situs ini sebagai pusat pengetahuan dan wisata budaya. “Situs Pasir Lulumpang di Garut ini merupakan situs yang harus dikembangkan lagi di sekitarnya. Menurut informasi, ada juga temuan-temuan serupa di sekitar situs ini,” tambahnya.

Saat ini, Situs Pasir Lulumpang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Garut. Tak hanya sekadar meninjau, Menbud juga menekankan pentingnya pelestarian, mengingat kondisi situs ini masih relatif terawat dengan baik yang mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya di daerahnya.

Dengan kondisi yang relatif terjaga, Pasir Lulumpang menyimpan potensi besar untuk penelitian arkeologi, pengembangan literasi sejarah, serta pelestarian warisan budaya.

Situs ini juga dikelilingi oleh struktur tanah berbentuk punden berundak, sambil mengamati susunan batu purba yang terjaga di antara pepohonan dan bukit asri.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan dalam menjaga dan mengangkat nilai-nilai sejarah melalui pelestarian situs-situs budaya di seluruh Indonesia.

Dengan nilai sejarah yang tinggi, panorama alam yang memikat, serta potensi riset yang luas, Pasir Lulumpang tidak hanya milik masyarakat Garut, tetapi juga menjadi warisan budaya Indonesia yang layak diperkenalkan kepada dunia.

Kementerian Kebudayaan berkomitmen menindaklanjuti kunjungan ini dengan melakukan kajian pelestarian lanjutan serta membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, sejarawan, dan komunitas budaya setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.