Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jeritan Ibu Bumi: Hai, Anak Muda Jangan Membisa, Aku Perlu Kamu

📅 Rabu, 10 Des 2025, 19:15 WIB | Oleh:
Jeritan Ibu Bumi: Hai, Anak Muda Jangan Membisa, Aku Perlu Kamu Doc: ist
Ket. Perlu dijaga kelestariannya

TAHUKAH berapa umur Bumi? Usia Ibu Pertiwi sudah tidak muda lagi, diperkirakan 4,45 miliar tahun. Wajar bila kondisinya telah rapuh. Namun, kerapuhan itu tak disebabkan hanya karena usia tuanya, tetapi dihancurkan oleh manusia yang telah berabad-abad dihidupinya.

Tindakan manusia seperti pembalakan yang tidak hanya menghancurkan hutan, tetapi juga mengakibatkan berbagai bencana, seperti banjir bandang baru-baru ini di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang mematikan. Kehancuran Bumi juga karena peracunan seperti pestisida dan kejahatan pemilik pabrik-pabrik yang memproduksi limbah mematikan karena tak diolah agar tak menghancurkan Bumi. Masih banyak lagi ulah manusia yang bersifat destruktif atas Bumi seperti perang dan bom nuklir.

Maka, kini sudah saatnya kita bertobat dengan minta maaf kepada Bumi atas berbagai tindakan yang kita lakukan padanya, sehingga menderita dan hancur. Untuk itulah manusia diharapkan mau melakukan tobat ekologis, pertobatan atas berbagai langkah yang dilakukan sehingga membuat alam rusak, menuju kepunahan karena ulah kita.

Atas kondisi ini tak salah bila mendiang Paus Fransiskus mengeluarkan Ensiklik Laudato Si yang mengajak kita untuk peduli dan menghormati lingkungan sebagai tempat kita berpijak dan memperoleh kehidupan darinya. Laudato Si-lah yang mengajak pertobatan ekologis tadi untuk memperbaiki relasi dengan alam dan Tuhan, yang menciptakan Bumi.

Pertobatan adalah perubahan dengan hidup sebaliknya. Pertobatan ekologis, berarti berubah: kalau semula (saat belum bertobat) hidup merusak alam, berubah balik arah menjadi mencintai alam. Dari mengkhianati alam menjadi merawat alam. Itulah yang antara lain dilakukan, dituju, dan dimaui olehBakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF). Banyak langkah telah diinisiasi untuk merawat Bumi. Salah satunya adalah “Siap Darling” yang merupakan kependekan dari Siap Sadar Lingkungan. 

Gerakan Siap Darling memiliki tiga misi utama: To Inform: Menginformasikan berita-berita positif tentang lingkungan dengan cara yang menyenangkan dan penuh inspirasi. To Engage: Menjadi wadah untuk berinteraksi dan bertukar informasi, pengalaman, ide, serta belajar bersama dalam menjaga Bumi. To Involve: Memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar membangun relasi, bersosialisasi, dan berkolaborasi demi menjaga Bumi.

Salah satu kegiatan rutin Siap Darling adalah “Aksi Darling” berupa kegiatan nyata peduli lingkungan. Siap Darling adalah gerakan yang diiniasi oleh BLDF melalui sosial media sejak November 2018. Gerakan ini menyasar generasi muda untuk menyebarkan konten-konten positif tentang kegiatan mencintai lingkungan dan Bumi.

Tak hanya menjadi generasi yang sekadar peduli terhadap lingkungan, tetapi juga melakukan aksi nyata. Dengan konsistensi mengomunikasikan konten-konten positif sekaligus beragam aksi peduli lingkungan secara kolaboratif, Siap Darling berharap bahwa akan semakin banyak generasi muda yang terlibat dan turut menjaga kelestarian alam.

Perlu Jadi Arus

Langkah yang dilakukan BLDF yang menggugah dan mengajak generasi muda untuk peduli, cinta, dan berbelarasa pada Ibu Bumi perlu menjadi arus utama perusahaan-perusahaan (besar) lain dengan sistem domino: satu perusahaan mengajak perusahaan lain sehingga menggelinding menjadi bola salju. Benar bahwa anak muda hanya perlu sentuhan, ajakan, dan uluran tangan untuk menggandeng guna merawat Bumi. 

Mereka mungkin tidak tahu cara dan jalannya. Maka, langkah seperti BLDF yang mengajak langsung dan memfasilitasi anak-anak muda untuk terlibat dalam merawat dan mencintai Bumi dengan berbagai kegiatan, seperti menanam tetumbuhan (mangrove, trembesi, dll), sangat patut jadi panutan.

Dengan begitu akan makin banyak lembaga, organisasi, dan perusahaan ikut serta merawat Bumi. Contoh beberapa waktu lalu yang dilakukan sebuah perusahaan, ADR, yang menurunkan seluruh karyawan mudanya untuk menanam mangrove di pesisir Marunda, Jakarta Utara. Anak-anak muda yang biasa hanya di ruang AC, badan putih bersih, dan mulus, tak sungkan-sungkan berbecek-becek di air kotor untuk menanam mangrove. 

Semua itu demi merawat Bumi agar lebih indah ditinggali. “Kegiatan seperti ini harus banyak dilakukan agar pesisir lebih hijau demi anak cucu kelak,” tutur salah satu karyawati PT Selamat Sempurna, Tbk (ADR), Yunita. Tak ada kelelahan di wajah mereka. Bahkan tampak suka cita walau telah berjam-jam berada di becekan dan bau. “Biar menjadi penahan gelombang laut,” tambah karyawati lain, Ferry.

20251210191305_merawat-bumi.jpg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.