Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Longsor Mengintai! Pemprov Jabar Ubah Kebun Sayur Berlereng Jadi Tanaman Keras

📅 Selasa, 09 Des 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Ancaman Longsor Mengintai! Pemprov Jabar Ubah Kebun Sayur Berlereng Jadi Tanaman Keras Doc: ANTARA/Ilham Nugraha.
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat diwawancarai di Kampus IPDN, Sumedang, Selasa (9/12) .

SUMEDANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) berencana mengubah lahan pertanian berlereng menjadi area tanaman keras untuk menekan risiko longsor. L

angkah ini dilakukan sambil memastikan para petani tetap mendapat pekerjaan melalui perekrutan sebagai tenaga pemerintah yang bertugas menanam dan merawat tanaman keras di daerah rawan bencana.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Sumedang, Selasa, mengatakan bahwa penggunaan lahan berlereng untuk keperluan perkebunan akan meningkatkan risiko bencana longsor.

"Kita mengevaluasi perkebunan sayur yang menggunakan tanah berlereng sehingga berisiko menimbulkan longsor. Dari situ nanti akan segera diubah menjadi tanaman keras," ujarnya.

Dirinya mengatakan bahwa pihaknya akan tetap memberikan solusi alternatif kepada para petani sehingga mereka tidak perlu khawatir dengan pelaksanaan program ini.

Ia menjelaskan bahwa para petani terdampak nantinya akan direkrut menjadi tenaga pemerintah yang ditugaskan untuk menanam dan merawat tanaman keras tersebut.

"Tetapi agar para petani tidak rugi, mereka akan direkrut menjadi tenaga pemerintah yang ditugaskan untuk melakukan penanaman dan merawat tanaman yang memiliki fungsi bagi ketahanan lingkungan," tambahnya.

Selain itu, Dedi menegaskan bahwa program ini juga akan melibatkan beberapa tanaman keras seperti jengkol, kina, durian yang direncanakan untuk wilayah dataran tinggi, termasuk Bogor, Cianjur, Kabupaten Bandung, Garut, Kota Bandung, dan Bandung Barat.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menekankan bahwa keberlangsungan kehidupan di Bandung Raya saling bergantung pada kondisi lingkungan di wilayah lainnya sehingga apabila satu wilayah mengalami kerusakan atau masalah.

Dirinya menyebut pengelolaan lahan yang tepat dan seimbang menjadi sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah risiko bencana.

Melalui langkah ini, Pemprov Jabar berharap dapat mengurangi risiko bencana, sekaligus memberikan peluang kerja bagi para petani terdampak, sehingga program konservasi dan pembangunan lingkungan dapat berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.