Rahasia Kokohnya Tembok Besar Tiongkok, Miliki Kulit Pelindung Alami
📅 Senin, 08 Des 2025, 16:13 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/Getty Images
BEIJING - Penelitian baru mengungkapkan bahwa "kulit hidup" tipis yang melapisi permukaan Tembok Besar Tiongkok berfungsi sebagai lapisan pelindung alami yang kuat.
Studi tersebut, yang diterbitkan pada pekan ini di jurnal Current Biology, menunjukkan bahwa komunitas mikroba ini, yang dikenal sebagai biocrust dan yang menyelimuti sebagian besar monumen kuno ini, tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati di Tembok Besar, tetapi juga secara efektif menahan kerusakan, memainkan peran kunci dalam pelestarian jangka panjang.
Tim ilmuwan dari Universitas Pertanian Tiongkok menganalisis enam lokasi pengambilan sampel di sepanjang 600 kilometer Tembok Besar, yang melintasi daerah beriklim gersang dan semigersang. Mereka membandingkan mikrobioma permukaannya, yang terdiri dari agregat kompleks cyanobacteria, ganggang, lumut, dan alga, dengan dinding tanah gundul yang berdekatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seksi yang dilapisi kerak biologis ini mendukung komunitas bakteri dan jamur dengan kelimpahan, keragaman, dan kompleksitas jaringan yang lebih besar 12 hingga 62 persen.
Mosaik kerak tanah biologis tersebut memperkaya gen fungsional yang tahan terhadap tekanan sebesar 4 hingga 15 persen, sekaligus mengurangi prevalensi jalur metabolisme yang berkaitan dengan kerusakan warisan budaya, menurut studi itu.
Penemuan tersebut menjadi "sebuah langkah penting untuk memahami mikrobioma Tembok Besar, yang berkontribusi dalam melestarikan monumen (buatan) manusia yang tak tertandingi ini untuk generasi mendatang," ujar para peneliti tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!