Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Prabowo ke Pakistan 8–9 Desember: Bahas MoU Baru di Usia 75 Tahun Hubungan RI-Pakistan

📅 Minggu, 07 Des 2025, 18:15 WIB | Oleh:
Presiden Prabowo ke Pakistan 8–9 Desember: Bahas MoU Baru di Usia 75 Tahun Hubungan RI-Pakistan Doc: AFP
Ket. Perdana Menteri Shehbaz Sharif bertemu dengan Presiden Indonesia, H.M. Prabowo Subianto di sela-sela KTT D-8 pada 19 Desember 2024.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Pakistan pada 8 hingga 9 Desember sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut agenda ini akan berfokus pada pembahasan kerja sama strategis lintas sektor yang semakin relevan di tengah dinamika kawasan.

Kunjungan ini dilakukan atas undangan resmi Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dan menjadi lawatan pertama Presiden Prabowo sejak menjabat. Momentum ini dinilai semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan yang telah terjalin erat sejak awal kemerdekaan.

"Ini akan menjadi kunjungan pertama Presiden Prabowo ke Pakistan. Kunjungan presiden terakhir dari Indonesia dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2018," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Pemerintah Pakistan menegaskan bahwa kunjungan ini membawa arti penting karena menggambarkan komitmen kedua negara untuk memperluas kemitraan strategis. Dalam rangkaian agendanya, Presiden Prabowo akan memimpin pembicaraan tingkat delegasi dengan PM Shehbaz Sharif untuk membahas peluang kolaborasi baru di berbagai bidang yang menjadi prioritas kedua negara.

Selain bertemu dengan PM Shehbaz, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari. Ia juga akan melakukan pertemuan dengan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, sebagai bagian dari agenda penguatan hubungan pertahanan antarnegara.

Pembicaraan bilateral akan difokuskan pada sektor perdagangan, investasi, pertahanan, kesehatan, teknologi informasi, perubahan iklim, pendidikan, hingga kebudayaan. Kedua pihak disebut tengah memetakan peluang kerja sama baru yang dapat memberikan manfaat langsung bagi pembangunan nasional mereka.

"Kedua pihak akan membahas agenda luas yang bertujuan untuk lebih memperkuat hubungan Pakistan-Indonesia dan menjajaki peluang kerja sama baru, termasuk perdagangan, investasi, pertahanan, kesehatan, TI, iklim, pendidikan, dan budaya," tulis pernyataan FO.

FO juga menegaskan bahwa sejumlah Nota Kesepahaman atau MoU baru diperkirakan akan ditandatangani dalam kunjungan tersebut. Penandatanganan ini disiapkan untuk memperluas kerja sama strategis sekaligus memberikan kepastian pelaksanaan program kolaboratif di lapangan.

"Beberapa Nota Kesepahaman (MoU) diharapkan akan ditandatangani selama kunjungan tersebut," demikian lanjutan pernyataan resmi.

Pakistan sendiri menekankan hubungan erat yang telah lama dibangun bersama Indonesia sebagai modal penting dalam memperluas kerja sama ekonomi dan keamanan kawasan. Kedua negara dinilai sama-sama memiliki nilai dan kepentingan strategis yang selaras sehingga peluang kolaborasi jangka panjang dinilai sangat besar.

"Pakistan dan Indonesia menikmati hubungan yang erat, bersahabat, dan telah terjalin lama, yang didukung oleh nilai-nilai bersama dan kepentingan bersama," tulis FO dalam keterangannya.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan dinilai memberi kesempatan penting untuk memperkuat kemitraan kedua negara secara menyeluruh. Agenda ini juga diproyeksikan akan mempercepat diversifikasi kerja sama yang lebih adaptif terhadap tantangan global dan regional.

Dengan berbagai pertemuan strategis dan agenda penandatanganan MoU, kunjungan ini dipandang sebagai langkah konkret menuju hubungan Indonesia-Pakistan yang semakin kuat dan saling menguntungkan. Pemerintah kedua negara berharap momentum ini dapat membuka pintu kerja sama baru yang lebih luas, baik dalam sektor ekonomi maupun keamanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.