IHSG Hari Ini Loyo! Pasar Tahan Nafas, Menanti Sinyal The Fed Pekan Depan
📅 Jumat, 05 Des 2025, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah karena pelaku pasar memilih bersikap wait and see menjelang keputusan The Fed pekan depan.
Ketidakpastian arah suku bunga—apakah akan ditahan atau muncul sinyal penurunan—membuat investor menahan aksi beli dan lebih fokus pada aset aman.
Sentimen global ini menekan minat risiko, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter AS. Tekanan juga diperkuat oleh arus keluar asing yang cenderung hati-hati menjelang rilis data ekonomi AS.
Dalam situasi seperti ini, pasar domestik bergerak dalam rentang terbatas hingga ada kepastian arah kebijakan yang bisa memberikan katalis baru bagi IHSG.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/12) sore ditutup melemah 7,44 poin atau 0,09 persen ke posisi 8.632,76 di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap kebijakan suku bunga acuan The Fed pada pekan depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,47 poin atau 0,76 persen ke posisi 847,27.
"Setelah sempat mencapai level intraday tertinggi baru lagi di 8.689, IHSG mengalami pullback yang antara lain dipicu oleh kondisi jenuh beli ," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, pelaku pasar mengarahkan perhatiannya terhadap pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada 9-10 Desember 2025 pekan depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apabila Indeks Price Consumer Expenditure (PCE) Prices AS yang dirilis Jumat (05/12) malam ini masih relatif dengan harapan pasar, maka potensi penurunan suku bunga 25 bps oleh The Fed akan semakin besar pada pekan depan.
Dari dalam negeri, pada pekan depan, akan dirilis sejumlah data indikator ekonomi, yaitu penjualan sepeda motor bulan November 2025 pada Senin (08/12), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan November 2025 pada Selasa (09/12), serta penjualan ritel bulan Oktober 2025 pada Rabu (10/12).
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 3,85 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 2,88 persen dan 2,70 persen.
Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,62 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen primer yang masing- masing turun 0,51 persen dan 0,34 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PSDN, SDPC, TRON, DOOH dan KETR, Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HUMI, ASPI, GHON, TALF dan ATLA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!