Wali Kota Bandung Dorong Rumah Jadi Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak
📅 Kamis, 04 Des 2025, 20:45 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat“Sekolah Perlindungan Perempuan dan Anak akan menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran dalam pencegahan kekerasan,” ujar Uum.
Ia menambahkan, aspek penanganan dilakukan melalui komitmen lintas OPD dan layanan agar setiap laporan dapat ditindak secara cepat dan terintegrasi.
Sepanjang 2024-2025, Senandung Perdana telah menjangkau 4.205 peserta, yang terdiri dari unsur masyarakat, tenaga pendidik, hingga berbagai organisasi kewilayahan.
Selain itu, kegiatan ini juga berjalan di satuan pendidikan, mulai dari SMP Negeri, pondok pesantren, hingga SD Negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kurang lebih 50 persen pesertanya adalah unsur masyarakat. Ini menjadi potensi besar untuk menjadi penggerak di wilayah masing-masing,” jelas Uum.
Pada kesempatan yang sama, DP3A Kota Bandung juga meluncurkan Inovasi Kalung Perak, gerakan yang melibatkan masyarakat untuk ikut serta dalam perlindungan perempuan dan anak melalui peran PKK, Posyandu, Puspepp, PATBM, Forum RW, Karang Taruna, hingga Forum Anak.
“Gerakan ini mengedepankan partisipasi masyarakat sebagai individu, orang tua, maupun organisasi,” tutur Uum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berharap kerja kolaboratif ini mampu memperkuat upaya perlindungan di tengah perkembangan era digital.
"Dengan Senandung Perdana dan Kalung Perak, kami berharap dapat menjadi solusi dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Bandung,” ujar dia.
Pada acara ini, diserahkan pula sertifikat kepada perwakilan peserta dari 30 kecamatan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam meningkatkan perlindungan di wilayah masing-masing. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!