Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Pertanian: Tiongkok Indentifikasi Gen Kunci Ketahanan Padi Terhadap Panas

📅 Kamis, 04 Des 2025, 21:03 WIB | Oleh:
Terobosan Pertanian: Tiongkok Indentifikasi Gen Kunci Ketahanan Padi Terhadap Panas Doc: AFP

SHANGHAI - Tim ilmuwan Tiongkok berhasil memetakan rangkaian sinyal lengkap yang digunakan tanaman padi untuk merespons suhu tinggi, sekaligus mengidentifikasi gen kunci yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap panas.

Temuan ini dinilai membuka peluang baru dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah pemanasan global.

Penelitian kolaboratif antara Pusat Keunggulan Ilmu Tanaman Molekuler Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Universitas Jiao Tong Shanghai, dan Laboratorium Guangzhou tersebut dipublikasikan Rabu (3/12) di jurnal terkemuka Cell.

Lin Hongxuan, ilmuwan utama dalam tim riset, menjelaskan bahwa padi memiliki mekanisme khusus untuk merasakan dan beradaptasi dengan suhu tinggi.

Saat tanaman terpapar panas, enzim diasilgliserol kinase 7 (DGK7) yang berada di membran sel menjadi aktif dan menghasilkan pembawa pesan lipid asam fosfatidat (phosphatidic acid/PA) yang berfungsi sebagai alarm kimiawi.

PA kemudian mengaktifkan fosfodiesterase yang bergantung pada logam (metal-dependent phosphodiesterase/MdPDE1) yang bergerak menuju nukleus dan menurunkan kadar cyclic adenosine monophosphate atau cAMP.

Penurunan tersebut memicu pemrograman ulang ekspresi gen, meningkatkan produksi gen perlindungan panas yang membantu sel menjaga aktivitas protein fotosintesis, memperbaiki kerusakan oksidatif, dan menguatkan sistem respons panas.

Setelah berhasil memetakan jalur sinyal lengkap dari membran hingga regulasi gen, para peneliti menetapkan DGK7 dan MdPDE1 sebagai target utama untuk pemuliaan presisi.

Uji coba lapangan dalam kondisi panas menunjukkan bahwa galur padi hasil modifikasi gen tunggal DGK7 atau MdPDE1 mampu menghasilkan panen sekitar 50 persen lebih tinggi dibandingkan tanaman kontrol.

Hasil lebih signifikan terlihat pada galur gen ganda yang menggabungkan DGK7 dengan gen toleransi panas TT2, yang mampu menghasilkan panen hampir dua kali lipat, meningkatkan kualitas bulir, dan mempertahankan pertumbuhan normal. Ant/Xinhua

Studi ini menyediakan kerangka teori serta perangkat genetik penting bagi pengembangan varietas tanaman pangan tahan panas, termasuk padi, gandum, dan jagung.

Para pakar menilai temuan ini membuka jalan untuk merancang tanaman yang mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim, sehingga memperkuat ketahanan pangan global di tengah suhu bumi yang terus meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Ribuan Pencaker Ramaikan Ge...
Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangerang: ...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Perkuat Im...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.