Persepsi Masyarakat Pulih, Ruang Akselerasi 2026 Lebih Terbuka
📅 Kamis, 04 Des 2025, 00:55 WIB | Oleh: Eko SIntermediasi Perbankan
Dari sisi intermediasi, Andry memandang sektor perbankan berada dalam kondisi yang mendukung.
Hal ini dapat terlihat pada, penyaluran kredit Bank Mandiri hingga kuartal III 2025 yang mampu tumbuh 11 persen secara year on year (yoy) lebih tinggi dibanding industri, didukung permintaan pembiayaan produktif serta likuiditas yang membaik.
Dominasi Current Account and Saving Account (CASA) alias dana murah pun turut menjaga efisiensi biaya dana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut Andry menegaskan, optimisme terhadap pemulihan ekonomi akan tetap terjaga selama koordinasi kebijakan terus berjalan efektif.
Dalam hal ini, sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas, memperkuat produktivitas nasional, serta membuka ruang akselerasi pertumbuhan di tahun mendatang.
Sementara itu, direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI) Iyuk Wahyudi menilai optimisme terhadap prospek ekonomi 2026 perlu dibaca dengan lebih hati-hati.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan bahwa kenaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) dan menguatnya indeks keyakinan konsumen memang mencerminkan perbaikan persepsi, namun belum sepenuhnya menjamin pemulihan yang bersifat struktural.
“Data awal itu positif, tetapi tidak otomatis mencerminkan penguatan fondasi ekonomi.
Kita harus melihat apakah sektor riil benar-benar bergerak,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!