Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keterbatasan Anggaran dan Birokrasi Jangan Hambat Pembangunan Hunian Darurat

📅 Rabu, 03 Des 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Direktur Eksekutif Sustain Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan Indonesia Tata Mustasya mengatakan, untuk rekonstruksi dan rehabilitasi, ada dua hal yang harus dilakukan.

Pertama, cuaca ekstrem yang terjadi kemarin merupakan implikasi dari krisis iklim dan itu kemungkinan bisa terulang.

Untuk hunian baru terang Tata, penting untuk menerapkan adaptasi iklim misalnya lokasi rumah yang aman dari banjir. Juga, sistem untuk merespons bahaya bencana hidrometeorologi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kedua, rehabilitasi ekologi juga harus segera dilakukan, melalui reforestasi, penegakan hukum dan penghentian ekspansi kegiatan ekonomi di kawasan hutan,”ungkap Tata.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, hunian darurat mendesak segera dieksekusi, karena kebutuhan di daerah bencana.

Belajar dari bencana tsunami Aceh, proses pembuatan hunian sementara bisa libatkan berbagai pihak termasuk perusahaan BUMN. Mensos katanya bisa menggandeng Danantara dan BUMN karya agar proses pembangunannya bisa cepat.

“Intinya jangan sampai keterbatasan anggaran dan birokrasi jadi penghambat langkah pembangunan hunian darurat maupun rekonstruksi pasca bencana,”tegas Bhima.

Celios jelasnya melakukan penghitungan besaran kerugian ekonomi dari bencana longsor dan banjir di Sumatera. Jika ditotalkan untuk tiga daerah (Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat) mencapai 68 triliun rupiah.

Angka kerugian itu mencakup kerusakan rumah penduduk, kehilangan pendapatan rumah tangga, rusaknya fasilitas infrastruktur jalan dan jembatan serta kehilangan produksi lahan pertanian yang tergenang banjir-longsor.

Secara spesifik Provinsi Aceh diproyeksi menderita kerugian 2,2 triliun rupiah, lalu Sumatera Utara diproyeksi kehilangan 2,07 triliun rupiah dan Sumatera Barat 2,01 triliun rupiah.

Berangkat dari peristiwa tersebut, Celios mendesak Pemerintah untuk menghentikan perluasan izin sawit dan tambang. “Sudah saatnya beralih ke ekonomi yang berkelanjutan. Banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat merupakan contoh nyata dampak buruk pembangunan yang tidak memperhati lingkungan,”tegas Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.