Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenperin Gelar Link and Match, IKM Naik Kelas Jadi Pemasok APM Otomotif

📅 Rabu, 03 Des 2025, 08:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemenperin Gelar Link and Match, IKM Naik Kelas Jadi Pemasok APM Otomotif Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi (kiri ke kanan) Inspektur Jenderal M. Rum, Direktur PT Astra International Gita Tiffani Boer, dan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Reni Yanita, memukul gong sebagai simbol dibukanya acara Link and Match Kemitraan IKM Alat Angkut dan Industri Besar di Jakarta, Selasa (2/12)


JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya memperkuat fondasi rantai pasok industri alat angkut nasional melalui kemitraan strategis antara industri besar dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Upaya tersebut diwujudkan melalui program Kemitraan IKM Alat Angkut dengan Industri Besar, yang menghasilkan penandatanganan 36 nota kesepahaman antara 33 IKM komponen otomotif dan 24 perusahaan industri besar di sektor alat angkut.


Kerja sama ini menjadi langkah signifikan untuk memastikan produk IKM memiliki pasar berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan industri otomotif nasional. “Inti dari kegiatan kita hari ini adalah bagaimana kita bisa menjalankan program kita yang disebut dengan substitusi impor, untuk memperkuat struktur industri,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka kegiatan Kemitraan IKM Alat Angkut dengan Industri Besar (Link and Match) 2025 di Jakarta, Selasa (2/12).


Industri alat angkut tercatat sebagai subsektor strategis yang terus menopang struktur manufaktur Indonesia. Pada Triwulan – III tahun 2025, sektor ini berkontribusi 1,28 persen terhadap PDB nasional. Dengan jaringan produksi kendaraan, karoseri, alat berat, kendaraan khusus, hingga sepeda motor dan komponen, subsektor ini menggerakkan rantai nilai yang padat karya dan memiliki keterkaitan hulu–hilir yang kuat dengan ratusan industri pendukung.


Di dalam subsektor tersebut, industri otomotif menempati posisi dominan sebagai motor utama pertumbuhan manufaktur. Saat ini, terdapat 39 pabrikan kendaraan roda empat dengan kapasitas produksi 2,39 juta unit per tahun, serta 82 pabrikan kendaraan roda dua dan tiga yang mampu memproduksi hingga 11,2 juta unit per tahun. 

Hingga Oktober 2025, produksi kendaraan roda dua dan tiga mencapai 5,89 juta unit dengan ekspor kendaraan utuh sebanyak 460 ribu unit, sementara produksi kendaraan roda empat mencapai 960 ribu unit, di mana 430 ribu unit atau hampir separuhnya terserap pasar mancanegara.


Berdasarkan data International Organization of Motor Vehicle Manufacturers (OICA), rasio kepemilikan mobil Indonesia sebesar 99 per 1.000 penduduk, jauh di bawah Malaysia, Thailand, dan Singapura. Kondisi ini menunjukkan ruang pertumbuhan besar yang hanya dapat terealisasi bila rantai pasok domestik diperkuat.


Di sisi lain, lanjut Menperin, keberhasilan ekspansi industri otomotif bergantung pada daya saing IKM komponen. Kapasitas produksi nasional, sebesar apa pun, tidak akan optimal tanpa ekosistem pemasok lokal yang siap memenuhi standar kualitas industri. Negara-produsen otomotif besar menunjukkan satu pola, yaitu IKM komponen yang kuat, terstruktur, memiliki kontrak jangka panjang, transfer teknologi, dan pembinaan kualitas berkelanjutan.
“Model seperti ini yang dapat terus-menerus mendukung upaya kita agar produksi di pabrik-pabrik otomotif bisa lebih efisien menurunkan biaya produksi, menekan ketergantungan impor, dan juga meningkatkan daya saing global mereka,” katanya.


Data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) mencatat terdapat 1.412 unit usaha IKM komponen alat angkut yang tersebar di berbagai sentra, mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga DI Yogyakarta. IKM tersebut memproduksi komponen bodi dan sasis, knalpot, interior dan aksesori, komponen plastik dan karet, hingga produk modifikasi dan pendingin radiator. Keberagaman ini mencerminkan fondasi kemampuan produksi domestik yang siap mendukung kebutuhan pabrikan otomotif nasional.


Kontribusi IKM juga telah terbukti melalui Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Dari total 274 pemasok komponen otomotif untuk program tersebut, sebanyak 51 merupakan IKM nasional. “Secara khusus, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pimpinan PT Industri Kereta Api (INKA),” tutur Menperin.

Hadapi Tantangan


Meski demikian, Menperin menegaskan terdapat sejumlah tantangan strategis yang harus diatasi. Banyak IKM masih mengalami keterbatasan modal untuk modernisasi peralatan produksi, kesenjangan teknologi antara pemasok lokal dan industri besar, hingga perbedaan sistem manajemen mutu, sertifikasi, dan standar audit. Selain itu, kapasitas produksi belum sepenuhnya konsisten dalam skala besar, dan akses informasi kebutuhan komponen dari produsen utama masih terbatas.


Di tengah upaya memperkuat rantai pasok, Indonesia masih menghadapi tantangan tingginya impor komponen otomotif. Pada periode Januari–September 2025, impor otomotif tercatat sebesar USD 8,26 miliar, dengan lonjakan impor komponen mencapai lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 


“Kalau saja bisa kita manfaatkan, kita berikan peluang bagi industri-industri di dalam negeri, khususnya IKM, sukses impor akan berhasil. Pendalaman struktur manufaktur kita juga akan tercapai dan pasti akan menciptakan nilai tambah bukan hanya untuk manufaktur, tapi juga untuk perekonomian nasional,” tegas Menperin Agus.


Lebih lanjut, Menperin menyampaikan, agenda kemitraan antara industri besar dan IKM merupakan wujud pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo. Program ini mendukung penguatan kemandirian ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta percepatan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.