IHSG Hari Ini Melonjak! Pasar Pasang Mode Hitung Mundur Pemangkasan Suku Bunga The Fed
📅 Selasa, 02 Des 2025, 17:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S.
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat didorong meningkatnya selera risiko investor menjelang keputusan The Fed pekan depan.
Ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mulai memangkas suku bunga memperkuat prospek arus masuk modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sentimen ini membuat pelaku pasar lebih agresif pada sektor-sektor berbeta tinggi, sementara likuiditas asing mulai menunjukkan aliran masuk yang lebih stabil.
Namun, penguatan IHSG tetap dibayangi ketidakpastian global, sehingga pelaku pasar masih cenderung selektif dalam mengakumulasi saham.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (2/12) sore, ditutup menguat 68,25 poin atau 0,80 persen ke posisi 8.617,04 seiring dengan ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada pekan depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,60 poin atau 0,42 persen ke posisi 854,74.
“IHSG dan bursa regional Asia menguat, pasar tampaknya berekspektasi akan penurunan suku bunga The Fed meningkat menyusul data manufaktur yang suram,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, data menunjukkan bahwa sektor manufaktur Amerika Serikat (AS) mengalami kontraksi selama sembilan bulan berturut-turut pada November 2025, yang meningkatkan tekanan terhadap The Fed untuk melonggarkan kebijakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
The Fed akan menyelenggarakan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) untuk menentukan kebijakan suku bunganya pada pekan depan, tepatnya 9-10 Desember 2025.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar menyambut baik langkah-langkah terkait stimulus yang diberikan pemerintahan China di tengah data manufaktur China periode November 2025 yang melemah, sehingga mendorong Beijing untuk memberikan dukungan ekonomi baru menjelang Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan pekan depan.
Selain itu, sentimen positif lain datang dari Korea Selatan, yang mana AS mengonfirmasi akan mengurangi tarif tertentu berdasarkan perjanjian bilateral, termasuk menurunkan bea masuk otomotif dari 25 persen menjadi 15 persen, beserta penyesuaian tarif suku cadang pesawat dan ketentuan perdagangan resiprokal.
Di sisi lain, pelaku pasar terus memantau kemajuan rencana Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk memperkuat ekonomi.
Dari dalam negeri, penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif dari aktivitas pabrik yang kuat pada November 2025, surplus perdagangan yang sehat periode Oktober 2025, serta meredanya inflasi pada November 2025.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!