Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI DKI Optimistis Jelang Akhir Tahun 2025 Ekonomi Jakarta Kembali Bangkit

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 20:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BI DKI Optimistis Jelang Akhir Tahun 2025 Ekonomi Jakarta Kembali Bangkit Doc: istimewa
Ket. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan (tengah) dalam diskusi perkembangan terkini dan prospek ekonomi Jakarta menjelang akhir tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (6/11)

JAKARTA-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan optimistis ekonomi Jakarta kembali tumbuh jelang akhir tahun 2025. Banyak faktor yang membuatnya yakin ekonomi bakal kembali pulih di triwulan ke IV termasuk meningkatnya belanja dan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Iwan dalam paparannya menyampaikan bahwa ekonomi Jakarta berpotensi bangkit tumbuh lebih tinggi jelang akhir tahun 2025, setelah di triwulan III 20205 tumbuh sebesar 4,96% (yoy). Sedikit tertahannya laju pertumbuhan di triwulan III 2025, sesuai dengan pola tahunan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang cenderung melambat di triwulan III. 

"Hal ini dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat yang lebih rendah, sejalan dengan berakhirnya HBKN dan normalisasi mobilitas masyarakat pascalibur anak sekolah, serta minimnya hari libur nasional di triwulan III 2025,"ucap Iwan dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM), dalam rangka diskusi perkembangan terkini dan prospek ekonomi Jakarta menjelang akhir tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (6/11).

Selain itu, khusus di DKI Jakarta terang dia, kerusuhan yang terjadi di triwulan III 2025 menyebabkan melambatnya konsumsi masyarakat serta penundaan investasi maupun ekspansi usaha oleh pelaku usaha. Hal ini tercermin dari komponen Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,01% (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 5,18% (yoy). Sementara investasi juga tumbuh 3,67% (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 5,50% (yoy). 

Namun demikian, dengan berbagai langkah dan upaya cepat dari Pemerintah DKI Jakarta dan sinergi berbagai pihak antara lain melalui perbaikan fasilitas umum, penggratisan transportasi Transjakarta, penebalan bantuan sosial melalui tambahan bantuan kartu sembako serta mendorong penyelenggaraan event besar, telah mampu menahan perlambatan ekonomi lebih lanjut.

Seiring dengan itu, konsumsi Pemerintah menjadi penopang utama pertumbuhan dengan laju pertumbuhan 20,06% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (5,16% yoy). Hal ini dipengaruhi oleh dibukanya blokir anggaran oleh Pemerintah Pusat terkait kebijakan efisiensi, sehingga realisasi belanja barang, subsidi dan bantuan sosial (bansos) mencatat akselerasi.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU) terang Iwan, pertumbuhan ekonomi Jakarta terutama ditopang oleh sektor jasa antara lain LU Informasi dan Komunikasi, LU Perdagangan, serta LU Jasa Perusahaan. "Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan penggunaan paket data dan layanan internet, peningkatan aktivitas agen perjalanan termasuk Umroh, serta pelaksanaan berbagai event dan Meetings, Incentives, Conferences, dan Exhibitions (MICE) di Jakarta,"ucap dia.

Dengan melihat perkembangan aktivitas ekonomi sampai dengan 5 minggu pertama triwulan IV 2025, optimisme kebangkitan ekonomi Jakarta pada triwulan IV 2025 semakin menguat. Hal ini ditopang oleh maraknya pelaksanaan MICE event di Jakarta (konser musik dan olahraga), realisasi berbagai program dan stimulus pemerintah dalam rangka akselerasi belanja, serta masih berlanjutnya pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur.

Konsumsi Rumah Tangga Menguat

 Adapun Konsumsi Rumah Tangga di triwulan IV 2025 juga diperkirakan semakin menguat seiring momentum Nataru dan prospek ekonomi yang semakin baik, yang terindikasi dari optimisme pada indeks keyakinan konsumen (IKK), indeks ekspektasi konsumen (IEK), indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE), indeks penjualan eceran termasuk indeks perkembangan kegiatan dunia usaha. Bank Indonesia Jakarta memperkirakan ekonomi Jakarta pada akhir tahun 2025 tumbuh pada kisaran 4,6% - 5,4% (yoy). 

Seiring dengan itu, sinergi antara Pemerintah DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam TPID DKI Jakarta akan terus diperkuat melalui strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif). Dengan berbagai upaya tersebut, inflasi Jakarta pada akhir 2025 dapat tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1% (yoy). 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.