Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Obat dengan Terapi Kombinasi Turunkan Kadar Kolesterol Jahat Lebih Efektif

📅 Senin, 01 Des 2025, 17:07 WIB | Oleh:
Obat dengan Terapi Kombinasi Turunkan Kadar Kolesterol Jahat Lebih Efektif Doc: Daewoong
Ket. Para narasumber dalam acara peluncuran terapi dislipidemia terbaru berupa obat kombinasi tetap Ezetimibe dan Rosuvastatin yang diselenggarakan oleh Daewoong Pharmaceutical Indonesia di Jakarta, pada hari Sabtu (29/11).

JAKARTA - Daewoong Pharmaceutical Indonesia (DPI) resmi meluncurkan terapi dislipidemia berupa obat kombinasi tetap Ezetimibe dan Rosuvastatin di Indonesia. Produk ini bekerja memulai dua mekanisme sekaligus, Rosuvastatin menekan produksi kolesterol di hati, sementara Ezetimibe menghambat penyerapan kolesterol di usus halus.

Dengan mekanisme ganda ini, penurunan LDL-C (low-density lipoprotein cholesterol) atau dikenal dengan kolesterol jahat terbukti lebih optimal meskipun pada dosis rendah, dibandingkan penggunaan statin tunggal. Daewoong menghadirkan tiga pilihan dosis Ezetimibe/Rosuvastatin (10/5 mg, 10/10 mg, dan 10/20 mg) untuk memberikan pilihan terapi yang lebih presisi sesuai tingkat risiko kardiovaskular masing-masing pasien.

Peluncuran ini disertai dengan simposium ilmiah di JW Marriott Hotel Jakarta pada tanggal 29 November 2025. Acara ini diadakan dengan bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

Lebih dari 170 dokter spesialis jantung hadir, termasuk dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD (Ketua PERKI), Prof. Kang Seok Min, MD., Ph.D. (Ketua Korean Society of Cardiology, Severance Hospital), dan Prof. Won Ho Youn, MD., Ph.D. (Chung-Ang University Hospital). Dengan tema “Future Perspectives on Dual-Pathway Strategies in Cardiovascular Risk Reduction,” simposium ini memaparkan berbagai bukti ilmiah dan strategi terapi kombinasi terbaru.

“Peluncuran ini menunjukkan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui terapi yang terbukti secara ilmiah, didukung oleh kolaborasi erat dengan para profesional medis,” kata Baik In Hyun, Head of Indonesia Business Division di Daewoong Pharmaceutical Korea Selatan sekaligus Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, dalam sambutannya seperti yang disampaikan melalui keterangan tertulis pada hari Senin (1/12).

Ia menambahkan ke depan Daewoong berjanji akan memperluas portofolio terapi inovatif untuk diabetes, hipertensi, dan gagal jantung. Selain itu akan menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi masyarakat Indonesia melalui kerja sama riset bersama PERKI dan pakar dari kedua negara.

Salah satu bahasan penting dalam simposium adalah urgensi pengendalian LDL-C secara dini dan agresif untuk mencegah kejadian kardiovaskular. Pasalnya lebih dari 80% pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C 70 mg/dL.

“Umumnya hanya 8,5% yang mencapai target risiko sangat tinggi 55 mg/dL,” ujar Ketua PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD.

Ia menilai strategi terapi kombinasi yang dipaparkan dalam simposium ini dapat membantu meningkatkan standar tatalaksana kardiovaskular di Indonesia. Pedoman ESC menekankan prinsip ‘semakin rendah dan semakin cepat, semakin baik.’

“Artinya, menurunkan LDL-C sedini mungkin, terutama dengan terapi kombinasi, sangat penting untuk pencegahan kardiovaskular yang efektif,” ucapnya.

Pakar dari Korea Selatan juga memaparkan efektivitas terapi kombinasi. Berdasarkan berbagai studi klinis Prof. Won Ho Youn, MD., Ph.D. berjudul “Dual Pathway LDL-C Lowering: Global Evidence and Real-World Experience with Ezetimibe + Rosuvastatin,” dihasilkan kesimpulan terapi kombinasi diperlukan untuk menghambat penyerapan dan produksi kolesterol secara bersamaan.

“Strategi tersebut diterapkan untuk mencapai target LDL-C dalam panduan global, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien jangka panjang. Terapi kombinasi yang menghambat penyerapan dan produksi kolesterol secara bersamaan merupakan strategi penting untuk mencapai target LDL-C dalam panduan global, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien jangka panjang,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa penelitian ACTE (AJC, 2011) dan RACING (Lancet, 2022) menunjukkan bahwa terapi kombinasi memberikan penurunan LDL-C lebih besar dan efek samping lebih rendah dibandingkan statin dosis tinggi.

Ketua Korean Society of Cardiology, Prof. Kang Seok Min, MD., Ph.D., memaparkan data penggunaan di Korea Selatan, “Tingkat peresepan terapi kombinasi Ezetimibe meningkat dari 4,5% pada 2016 menjadi 22,5% pada 2020, dan tingkat pencapaian target LDL-C naik dari 41,4% menjadi 62,5%.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.