Festival Maleo 2025, Sarana Edukasi Pelestarian Lingkungan dan Budaya
📅 Senin, 01 Des 2025, 17:40 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
GORONTALO - Bupati Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Ismet Mile mengatakan Festival Maleo 2025 tingkat provinsi di daerah itu merupakan sarana edukasi pelestarian lingkungan dan budaya.
Ismet mengatakan kegiatan yang digelar di kawasan Danau Perintis Bone Bolango itu bukan hanya sekadar ajang hiburan atau perayaan semata, tetapi wujud komitmen bersama dalam melestarikan budaya, kearifan lokal, dan kekayaan alam.
"Khususnya keberadaan Burung Maleo yang merupakan satwa khas Sulawesi jumlah populasinya terancam punah, sehingga memerlukan kepedulian bersama dalam menjaga dan melestarikan," kata Ismet di Gorontalo, Senin (1/12).
Oleh karena itu Festival Maleo 2025 diharapkan mampu menyampaikan pesan kepada semua pihak, baik itu pemerintah maupun elemen masyarakat bahwa pelestarian lingkungan dan budaya merupakan tanggung jawab bersama.
Tahun ini, pemerintah dan pihak terkait melaksanakan Festival Maleo di kawasan objek wisata Danau Perintis sebagai salah satu ikon bersejarah di Gorontalo yang saat ini menjadi tempat favorit warga untuk berkumpul dan bersilaturahim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam gelaran Festival Maleo, semua elemen masyarakat Gorontalo khususnya di Bone Bolango, bisa menyumbangkan pikiran, kreativitas, gagasan, saran, dan masukan untuk melahirkan sejarah pelestarian lingkungan dan budaya.
Selaku kepala daerah, ia juga merasa bangga dan menyatakan selalu siap mendukung upaya pelestarian lingkungan dan budaya melalui Festival Maleo.
Berkaitan dengan hal itu, di Bone Bolango terdapat Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) yang terbesar di pulau Sulawesi dan terletak di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tempat inilah habitat burung maleo terbesar di Sulawesi itu berada, sehingga pelaksanaan Festival Maleo menjadi kegiatan yang dinilai relevan dengan upaya konservasi TNBNW.
Begitupun dengan Danau Perintis sebagai tempat yang dipilih untuk menggelar Festival Maleo 2025, karena lokasi ini menjadi tempat berkumpul, berkarya, dan memperkuat jati diri daerah.
"Saya berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan dan dapat meningkatkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan memberikan peluang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta sarana edukasi pelestarian lingkungan," imbuhnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!