Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspektasi Pelonggaran The Fed Menggantung, Rupiah Terombang-Ambing di Zona Fluktuatif

📅 Senin, 01 Des 2025, 23:59 WIB | Oleh:
Ekspektasi Pelonggaran The Fed Menggantung, Rupiah Terombang-Ambing di Zona Fluktuatif Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay
Ket. Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini (2/12), seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed pada pertemuan pekan depan.

Prospek penurunan suku bunga ini memang memberi angin positif bagi aset berisiko, namun ketidakpastian arah kebijakan dan dinamika data ekonomi AS membuat volatilitas nilai tukar tetap tinggi.

Pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil mencermati sinyal terbaru dari pejabat The Fed dan perkembangan imbal hasil obligasi AS, yang menjadi penentu dominan pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat fokus utama investor tertuju pada prospek suku bunga AS, dengan pasar kini memperkirakan peluang 87 persen The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin saat bertemu pekan depan.

“Kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (2/12), masih bergerak fluktuatif di kisaran 16.630-Rp16.670 per dollar AS,” ujarnya dalam catatan risetnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (1/12) sore, menguat sebesar 12 poin atau 0,07 persen dari akhir pekan lalu menjadi 16.663 rupiah per dollar AS. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan penguatan nilai tukar rupiah dipengaruhi wait and see para investor jelang rilis data inflasi dan Purchasing Managers' Index for Services (PMI Jasa) Amerika Serikat (AS).

“Rupiah pada perdagangan hari ini menguat dipengaruhi oleh sentimen global terkait wait and see sehubungan rilis data inflasi dan PMI jasa AS,” katanya di Jakarta.

Dia menerangkan para analis tak berani memberikan proyeksi inflasi AS pada Oktober 2025 yang rilisnya terus menerus ditunda akibat government shutdown (penutupan pemerintahan) AS. Begitu pula dengan data-data indikator inflasi yang belum dirilis pemerintah AS.

Namun, mengacu inflasi pada September 2025 yang mencapai 3 persen, kemungkinan takkan mengalami perubahan pada Oktober 2025. Terkait PMI Jasa, diperkirakan akan terus ekspansif ke angka 52.

Selain itu, harapan penurunan suku bunga The Fed turut mendongkrak kurs rupiah. “Kemungkinan The Fed akan menaikkan bunga 25 bps (basis points) pada meeting minggu depan,” kata Rully.

Adapun sentimen dari domestik berasal dari rilis inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang baru diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS). Tercatat, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,17 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada November 2025.

Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 109,22 pada November 2025. Secara tahunan, inflasi mencapai 2,72 persen year-on-year (yoy), sedangkan secara tahun kalender, inflasi sebesar 2,27 persen year-to-date (ytd).

“Inflasi Indonesia November 0,17 persen tidak jauh dengan ekspektasi pasar di 0,2 persen. Inflasi yang rendah bisa diindikasikan melemahnya daya beli masyarakat,” kata dia.

Perihal neraca perdagangan, secara kumulatif Indonesia pada Januari hingga Oktober 2025 memperoleh surplus 35,88 miliar dollar AS. Angka ini naik 10,98 miliar dollar AS yoy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Olahraga
Sandy Walsh Mengaku Dapat B...
Olahraga
Gelandang Curtis Jones Resm...
Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.