Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diduga Tambang Emas Ilegal, Polres Lombok Tengah Cek ke Lokasi

📅 Senin, 01 Des 2025, 11:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diduga Tambang Emas Ilegal, Polres Lombok Tengah Cek ke Lokasi Doc: ANTARA
Ket. Polres Lombok Tengah saat melakukan pengecekan sarana fasilitas penanggulangan bencana di Lombok Tengah, Senin (1/12/2025).

LOMBOK TENGAH – Aparat Kepolisian Resor Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, turun langsung melakukan pengecekan lokasi diduga tambang emas ilegal di wilayah Desa Kuta yang menelan korban jiwa.

"Kami masih mengecek ke lokasi. Kalau benar di TKP itu ada aktivitas penambangan, kami akan tutup," kata Kasi Humas Polres Lombok Tengah Iptu Lalu Brata Kusnadi di Lombok Tengah, Senin (01/12).

Seorang warga asal Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, dilaporkan meninggal dunia diduga saat melakukan aktivitas penambangan di wilayah Desa Kuta, Kecamatan Pujut. Sedangkan tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan diketahui satu orang masih dirawat serta dua orang sudah bisa dipulangkan.

"Ada empat korban, satu meninggal, kemudian satu dirujuk ke RSUD Praya dan dua sudah pulang," katanya.

Peristiwa itu bermula ketika para korban diduga melakukan aktivitas penambangan sehingga saat ini pihaknya masih melakukan olah TKP.

"Kami masih melakukan pengecekan di TKP," katanya.

Sebelumnya, pada Minggu (30/11), seorang diduga penambang emas yang merupakan warga Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, bernama Hemaldi diduga tewas ditambang emas ilegal yang berada di Dusun Kuta II Desa Kuta Kecamatan Pujut.

Selain Hemaldi, tiga orang korban lainnya juga informasi mengalami luka-luka, di antaranya satu orang masih menjalani perawatan di RSUD Praya dan dua orang lainnya sudah dipulangkan.

Informasi yang didapatkan dari salah seorang warga Bonder menyebutkan warganya diduga kuat sedang melakukan aktivitas bersama tiga orang rekannya di salah satu tambang emas di wilayah Desa Kuta.

Korban juga saat ini sudah berada di rumah duka, namun pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail kaitan dengan insiden tersebut.

"Diduga memang kejadiannya ditambang emas ilegal, informasi mereka berempat masuk di lubang tambang. Kepolisian juga sudah mengecek lokasi, ada satu warga saya dan tiganya dari luar desa kami," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.