Danantara Bidik Lompatan Besar: Fokus Investasi dan Penguatan Kapasitas di 2026
📅 Senin, 01 Des 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA – Pada 2026, Danantara akan berfokus pada investasi strategis dan penguatan kapasitas sebagai langkah untuk memperkokoh daya saing di tengah dinamika ekonomi regional. Pendekatan ini mencerminkan upaya perusahaan memperluas portofolio berkualitas sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Dengan memperkuat fondasi internal dan mengarahkan modal ke sektor-sektor prioritas, Danantara berpotensi menciptakan nilai jangka panjang yang lebih stabil serta meningkatkan ketahanan terhadap volatilitas pasar. Strategi ini juga membuka ruang bagi sinergi bisnis yang lebih kuat guna mendukung ekspansi berkelanjutan.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026 dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI.
Manajemen Danantara memaparkan peta jalan investasi Danantara Investment Management (DIM) tahun 2026, yang dirancang untuk menjalankan mandat ganda, menghasilkan imbal hasil berkelanjutan sekaligus memberikan dampak ekonomi nasional.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (1/12), mengatakan peta jalan investasi disusun dengan pendekatan yang terukur dan berorientasi terhadap penciptaan nilai lintas generasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mandat kami jelas: menghadirkan imbal hasil yang sehat bagi negara, sambil memastikan setiap investasi memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dan mendorong transformasi nasional,” ujar Rosan.
Dengan mengusung mandat ganda itu, Rosan mengatakan strategi Danantara untuk 2026 difokuskan pada pengembangan proyek-proyek strategis, penguatan sektor-sektor prioritas, serta diversifikasi portofolio lintas kelas aset dan geografi.
Kerangka strategi dibangun melalui pendekatan investasi yang terukur dan terdiversifikasi, memadukan investasi strategis jangka panjang dengan investasi privat dan publik yang memberikan arus kas lebih stabil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun, pendekatan itu memastikan keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, sekaligus memungkinkan Danantara membiayai proyek pembangunan berdampak besar bagi masyarakat dan menjaga ketahanan portofolio dalam jangka panjang.
“Kami membangun portofolio dengan landasan kehati-hatian dan diversifikasi yang kuat. Setiap keputusan investasi harus memenuhi dua tujuan: menjaga nilai aset negara dan memastikan manfaat yang kembali kepada masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Rosan.
Rosan melanjutkan Danantara menerapkan kerangka klasifikasi proyek strategis yang ketat dan transparan, yang memastikan setiap investasi selaras dengan aspirasi pembangunan nasional, memiliki dampak sosial-lingkungan berskala besar, memberikan nilai ekonomi signifikan, serta tetap layak secara komersial.
Kerangka ini menjadi acuan Danantara dalam memilih proyek-proyek yang benar-benar mendukung pembangunan kapasitas nasional dan menciptakan nilai lintas generasi.
Dalam kesempatan ini, Ia memaparkan dua contoh penerapan kerangka tersebut, salah satunya Proyek Kampung Haji di Makkah yang diinisiasi melalui Inpres No. 15/2025.
Ia menjelaskan inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kualitas akomodasi bagi jamaah haji Indonesia, yang merupakan jamaah terbesar di dunia, sekaligus menjawab kebutuhan akan solusi pelayanan yang lebih permanen dan terencana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!