Danantara Bidik Lompatan Besar: Fokus Investasi dan Penguatan Kapasitas di 2026
📅 Senin, 01 Des 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim PenulisLanjutnya, proyek ini dijalankan melalui dua pendekatan, yakni mengikuti proses lelang lahan yang dibuka otoritas Arab Saudi serta mengeksplorasi opsi akuisisi aset dan pengembangan lahan alternatif.
Adapun, inisiatif ini diproyeksikan membuka hingga 7.500 lapangan kerja bagi tenaga kerja Indonesia serta menghasilkan nilai ekonomi lebih dari Rp2,5 triliun per tahun melalui penguatan ekosistem halal.
“Project Berkah bukan hanya soal akomodasi jamaah, tetapi tentang membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia dan meningkatkan standar pelayanan publik bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah haji,” ujar Rosan.
Lebih lanjut, Rosan memaparkan proyek waste-to-energy (WtE) sebagai contoh proyek strategis domestik yang mendukung agenda ketahanan energi dan penanganan darurat sampah nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Proyek ini berpotensi menciptakan 3.500- 4.500 lapangan kerja selama konstruksi, ratusan pekerjaan tetap saat operasi, serta potensi kontribusi hingga Rp1,6 triliun per tahun terhadap PDB pada masa pembangunan.
Ia menegaskan bahwa proyek seperti WtE menunjukkan bagaimana Danantara Indonesia mengarahkan modal ke inisiatif yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, namun juga memperkuat ketahanan lingkungan dan infrastruktur dasar.
Pendekatan ini mencerminkan strategi Danantara dalam memadukan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam setiap keputusan investasi, mengutamakan proyek yang memperkuat kapasitas nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Chief Investment Officer (COO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir menegaskan pentingnya disiplin tata kelola, mitigasi risiko, serta ketepatan eksekusi dalam menjalankan mandat investasi.
“RKAP 2026 kami susun agar dapat memperkuat fondasi investasi Danantara, memastikan kesiapan proyek, memperdalam kualitas uji tuntas, dan menjaga keseimbangan antara risiko dan imbal hasil. Fokus kami adalah memastikan setiap proyek tidak hanya bankable, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi ekonomi Indonesia,” ujar Pandu.
Ia melanjutkan bahwa standar tata kelola, transparansi, serta integritas proses menjadi pilar utama dalam setiap keputusan investasi.
Sebagai penutup, Danantara Indonesia menegaskan kembali perannya sebagai sovereign wealth fund (SWF) yang berorientasi jangka panjang dalam mengelola aset negara.
Melalui sinergi antara DAM dan Danantara Investment Management (DIM), Danantara menyatukan agenda restrukturisasi aset BUMN dan investasi strategis lintas sektor untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.
Pertemuan ini merupakan bagian dari kewajiban konsultatif yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2025 mengenai Holding Investasi, sekaligus menjadi wadah bagi Danantara Indonesia untuk menyampaikan arah kebijakan, prioritas investasi, serta proyeksi kinerja pada tahun mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!