Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf dan Pendopo Buka Akses Pasar Ritel bagi 70 Pelaku Kriya

📅 Minggu, 30 Nov 2025, 17:15 WIB | Oleh:
Kemenekraf dan Pendopo Buka Akses Pasar Ritel bagi 70 Pelaku Kriya Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Pendopo Indonesia memperkuat ekosistem dan mendongkrak ekspor produk kriya nasional, melalui program “Ragam Kriya Nusantara: EKRAF x PENDOPO”, di Jakarta, Sabtu (29/11).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Pendopo Indonesia memperkuat ekosistem dan mendongkrak ekspor produk kriya nasional melalui program “Ragam Kriya Nusantara: EKRAF x PENDOPO” yang diikuti 70 pelaku kriya Nusantara.

Kehadiran Pendopo Indonesia sebagai mitra strategis diharapkan dapat membuka akses pasar ritel yang lebih luas bagi para pelaku kriya yang difasilitasi.

“Subsektor kriya memiliki potensi strategis dan berpeluang menjadi the new engine of growth bagi Indonesia. Talenta kreatif adalah modal penting yang harus terus kita dukung,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers, Minggu (30/11).

Ragam Kriya Nusantara: EKRAF x PENDOPO menampilkan mini exhibition yang menghadirkan beragam produk unggulan peserta program Direktorat Kriya, serta berbagai workshop interaktif—mulai dari membuat bag charm, mini wall décor, menghias gantungan kunci, hingga belajar resin—sebagai upaya mendekatkan masyarakat pada proses kreatif kriya sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap subsektor kriya.

Program yang dilaksanakan sejak 26-30 November 2025 ini dirancang sebagai wadah bagi pelaku kriya untuk naik kelas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kapasitas produksi.

"Melalui kolaborasi ini, kita membuka ruang bagi pegiat kriya untuk naik kelas, memperluas pasar, dan menghadirkan produk bernilai tambah tinggi yang tetap berakar pada budaya Nusantara,” tambah Menteri Ekraf.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu sebagai pelaksana program mengatakan subsektor kriya memegang peran penting dalam memperkuat ekonomi kreatif. Terutama melalui peningkatan kualitas, inovasi, dan kesiapan produk untuk menembus pasar yang lebih luas.

Direktur Kriya, Neli Yana, dalam laporannya menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah dan industri ritel merupakan langkah penting dalam membuka peluang komersialisasi serta meningkatkan daya saing produk kriya Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak produk kriya yang memiliki kesempatan dipasarkan secara lebih luas, sekaligus memperkuat ekosistem kreatif yang berkelanjutan,” jelasnya.

Head of Pendopo, Putu Laura, menyampaikan pihaknya memiliki kesamaan visi dengan Kementerian Ekraf, yang ingin menyediakan ruang yang lebih luas bagi pelaku kriya mengenalkan karya mereka kepada publik.

"Melalui sinergi ini, kami berharap jenama lokal dapat semakin dikenal, memiliki akses pasar yang lebih kuat, dan terus mengembangkan kualitas serta keberlanjutan usahanya," kata dia.

Sebagai wujud dukungan pemerintah, kegiatan ini juga selaras dengan arah kebijakan Asta Ekraf, yang menekankan penguatan ekosistem usaha, perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas pelaku, serta pemanfaatan kreativitas untuk mendorong daya saing subsektor kreatif di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh 70 peserta, terdiri atas pelaku ekraf subsektor kriya serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada industri kreatif.

Selain pameran juga ada talkshow yang menghadirkan dua sosok pegiat kriya terkemuka, yaitu F. Widayanto, pendiri F. Widayanto Gallery, serta Thio Siujinata, pendiri Craftote, yang membagikan pengalaman mengenai proses kreatif, tantangan industri, hingga pentingnya menjaga karakter kriya sekaligus tetap relevan di pasar modern.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Jaringan Kereta Api Belanda...
Luar Negeri
DPR AS Tolak Resolusi Pemak...
Megapolitan
Trantib Kota Tangerang Tert...
Advertisement
AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Korban Pungli Diganti Dua Kali Lipat
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.