Gawat, Warga Jakarta Terlalu Banyak Lemak
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 14:37 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Saatnya warga Jakarta memperbanyak olahraga. Sebab dari temuan pemeriksaan kesehatan, mayoritas memiliki kadar lemak tak normal.
“Ini menjadi salah satu dari lima temuan terbanyak dalam pemeriksaan kesehatan gratis di Jakarta,” tutur Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, Octoviana Carolina, saat dihubungi antara di Jakarta, Rabu.
Dislipidemia 67 persen dari 97.344 peserta skrining berusia di atas 40 tahun dengan HT/DM (hipertensi/diabetes melitus). Dislipidemia adalah kadar lemak tak normal.
Urutan kedua adalah obesitas sekitar 32 persen dari 2.550.391 peserta usia di atas 18 tahun, diikuti obesitas sentral yakni 30 persen dari 2.550.391 peserta usia di atas18 tahun.
Hasil pemeriksaan di Jakarta juga menunjukkan 29 persen dari 2.550.391 peserta usia di atas 18 tahun kurang aktivitas fisik dan 12 persen dari 2.550.391 peserta usia di atas 18 tahun mengalami prehipertensi (kondisi tekanan darah di atas batas normal, namun belum mencapai kategori hipertensi).
Merujuk hasil pemeriksaan, Carolina mengatakan, penyakit tidak menular (PTM) dan faktor risikonya masih menjadi perhatian, antara lain obesitas, kurang aktivitas fisik, hipertensi, diabetes, serta risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Dia lalu menyampaikan, individu yang ditemukan memiliki faktor risiko atau penyakit akan diarahkan untuk mendapatkan edukasi, pemeriksaan lanjutan, pengobatan, serta pemantauan di fasilitas pelayanan kesehatan.
"Khusus penderita hipertensi dan atau diabetes usia 40 tahun dan di atas 40 tahun, juga didorong dilakukan skrining risiko komplikasi organ secara lebih komprehensif," kata Carolina.
Selain pelayanan kesehatan, Dinkes juga memperkuat upaya promotif dan preventif antara lain melalui gerakan "Jakarta Berjaga" dan tantangan "Downgrade Ukuran Bajumu".
Program "Jakarta Berjaga" (Bergerak, Bekerja, Berolahraga dan Bahagia). mengharuskan peserta menyelesaikan tantangan melangkah minimal 7.500 langkah per hari selama tiga pekan (21 hari) berturut-turut.
Program itu juga mengajak peserta menerapkan pola makan sehat dengan konsep "Isi Piringku", dan beraktivitas fisik minimal 30 menit menit per hari atau 150 menit per minggu.
Sedangkan, tantangan "Downgrade Ukuran Bajumu" menjadi bagian dari kampanye kepada masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat melalui langkah-langkah sederhana yakni menurunkan ukuran baju.
Adapun sebanyak 4.030.702 orang sudah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga akhir September 2026, melampaui target pada Triwulan III 2026 yakni sebesar 36 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!